blog

Rafli Kande Dukung Pemerintah Aceh Atasi Banjir dan Bangun Sejumlah Irigasi di Aceh Selatan Tahun Ini

BERITA BANDA ACEH – Anggota DPD RI Perwakilan Aceh, Rafli Kande mendukung upaya Pemerintah Aceh dalam menangani banjir di Aceh Selatan. Selain itu, Rafli juga mengapresiasi upaya Pemerintah dalam menangani saluran irigasi di bumi pala tersebut.

Hal ini disampaikan Rafli kepada media ini, Jum’at (08/02/2019) siang. Dia memaparkan bahwa Alhamdulillah tahun ini Pemerintah Aceh melalui dana Otsus telah mengalokasikan puluhan milyar anggaran untuk menangani banjir di Aceh Selatan, diantaranya Pengendalian Banjir Sungai Krueng Baru Rp. 25 Milyar, Pengendalian Banjir Sungai Krueng Kluet Gampong Koto Indarung Rp. 5 Milyar, Pengendalian Banjir Sungai Krueng Meukek Rp. 1,5 Milyar, Pengendalian Banjir Sungai Krueng Bakongan  Rp. 7 Milyar, Pengendalian Banjir Sungai Krueng Samadua Rp. 10 Milyar, Pengendalian Banjir Sungai Krueng Keumumu, Kecamatan Labuhan Haji Timur Rp. 5 Milyar, Pengendalian Banjir Sungai Krueng Sawang Rp. 1,5 Milyar, Pengendalian Banjir Sungai Krueng Trumon Rp. 2 Milyar dan Pengendalian Banjir Sungai Krueng Alue Paku Kecamatan Sawang Rp. 2,752 Milyar.

“Selain itu, Pemerintah juga tahun ini mengalokasikan Pengendalian Banjir Sungai Gampong Aur Peulumat Kecamatan Labuhan Haji Timur Rp. 500 juta, Pengendalian Banjir Gampong Lhok Pawoh Kecamatan Sawang Rp. 1,2 Milyar dan  Pembangunan Pengaman Sungai Gampong Trieng Meuduro Tunong (Lanjutan) Kecamatan Sawang Rp. 4,2 Milyar.”rincinya.

Tak hanya itu, kata Rafli, selanjutnya juga tahun ini pemerintah akan bangun Saluran Kuta Pasie, Pante Raja dengan anggaran Rp. 2 Milyar dan Pembangunan Jetty Muara Sungai Kr. Rasian Kec. Pasie Raja Rp 5 Milyar.

“Ini bentuk keseriusan pemerintah yang patut diapresiasi, apalagi Aceh Selatan selama ini menjadi langganan banjir, sejumlah program tersebut harus mampu mengatasi dan meminimalisir banjir musiman yang menimpa Aceh Selatan. Dengan anggaran yang besar itu, 2020 Aceh Selatan diharapkan bebas banjir,” ujarnya.

Rafli juga menyebutkan, persoalan lain yang patut didukung agar terealisasi maksimal yakni terkait optimalisasi fungsi dan manfaat irigasi dan bagi masyarakat di Aceh Selatan.

” Pemerintah Aceh juga memanfaatkan dana Otsus untuk Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Beutong 15 Milyar, Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Gunung Pudung Rp. 12,5 Milyar,  Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Paya Dapur Rp. 12,5 Milyar,” jelasnya.

Bahkan, kata Rafli, juga dialokasikan anggaran untuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Beutong Rp. 1,5 Milyar, Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Gunung Pudung Rp. 2 Milyar, Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Jambo Dalem Rp. 3, 114 Milyar.

“Pemerintah juga tahun ini menyediakan anggaran untuk UKL/UPL Pembangunan Bendung Paya Dapur Rp. 250 juta, UKL/UPL Pembangunan Bendung DI Gunong Pudong Rp. 250 juta, UKL/UPL Pembangunan Bendung DI Beutong Rp. 250 juta, LARAP & KA. ANDAL Bendungan Kr. Kluet Rp. 750 Juta. Jadi, untuk urusan irigasi dan bendungan diharapkan benar-benar maksimal dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” harapnya.

Namun demikian, Rafli juga menyinggung persoalan pengamanan pantai yang selama ini dinilai belum mampu memberikan solusi efektif untuk persoalan abrasi pantai.

“Pemerintah juga mengalokasikan Otsus  untuk Pengamanan pantai Labuhan Haji Rp 15 Milyar, Lanjutan Pengaman Pantai Gp. Lhok Pawoh Kecamatan Sawang Rp.5 Milyar,” bebernya.

Rafli berharap penggunaan Otsus dapat terus dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk menjawab persoalan masyarakat di Aceh.

“Kita akan terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan Otsus di Aceh agar anggaran ini benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat,”pungkasnya. (Mahdi).

 

 

Kerusuhan Redam di Bima, TNI Gelar Simulasi Pengamanan PEMILU

BERITA KOTA BIMA NTB– Dalam rangka pengamanan pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres yang digelar 17 April mendatang, agar berjalan lancar, aman dan kondusif. Prajurit TNI – Polri di Wilayah Bima melaksanakan Apel Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu Tahun 2019, di Lapangan Manggemaci, Kota Bima, Jum’at pagi (8/2/2019). Dalam simulasi ini sebanyak 2.300 Personil gabungan TNI – Polri diterjunkan, terdapat ratusan orang yang bertindak sebagai massa, dan sebagian sebagai Aparat Pengendali Massa (Dalmas).

Skenario Massa Dandim 1608/ Bima, Kolonel Inf. Bambang Kurnia Eka Putra dalam amanatnya mengatakan, apel gelar pasukan ini diselenggarakan untuk menyelaraskan koordinasi antara TNI, Polri dan Pemkot dalam rangka pengamanan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019 mendatang, serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan yang tinggi guna mengantisipasi setiap kecenderungan perkembangan situasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan merusak jalannya proses pesta demokrasi tersebut. “Jadi kegiatan ini merupakan rangkaian kesiapan kita dalam menghadapi pemilu nanti. Ini hanya simulasi, yang tidak diharapkan terjadi” ujarnya.


Skenario pengamanan adalah ketika terjadi keributan saat massa pendukung salah satu calon tidak terima dengan keputusan hasil pemilu calonnya. Sejumlah kelompok yang tidak puas dengan hasil pemilu di daerahnya, kemudian melakukan aksi protes hingga terjadi bentrokan antar warga dan pendukung parpol. TPS dirusak, terjadi pembakaran dan pelemparan batu hingga tindakan anarkis. Terdapat tiga tingkatan kondisi skenario yang menentukan pengamanan, yaitu aman, agak rawan, dan rawan. Di tahap awal, akan diusahakan negosiasi oleh para Babinsa dan Babinkamtibmas. Jika situasi mulai memanas, satuan Dalmas (Shabara) akan diturunkan. Ketika situasi sudah memasuki tahap rawan, giliran anggota Gabungan TNI-Polri yang dikerahkan. Gas air mata dan kendaraan water cannon juga mulai digunakan untuk menenangkan massa. Tembakan-tembakan water cannon diarahkan kepada massa yang anarkis.

Aparat kemudian membawa korban yang terluka dan meninggal dunia dengan ambulans ke rumah sakit. Setelah itu diadakan mediasi oleh Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra. Akhirnya massa dapat diredam dan kondisi kembali kondusif. Setelah diberikan arahan agar tidak terprovokasi, masyarakat dan pendukung parpol membubarkan diri kembali menuju rumah masing-masing. Kegiatan ini menarik perhatian warga Kota Bima yang tampak sangat antusias menyaksikan Simulasi Pengamanan Pemilu Tahun 2019 tersebut. (TIM baraknews)

 

 

Kunjungan Kerja Di Bima, Kapolda Ajak Sukseskan PEMILU Yang Damai, Rukun dan Harmonis

BERITA KOTA BIMA,NTB.- Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Achmat Juri, M.Hum pagi ini, Jumat (8/2/2019) silaturahmi dan tatap muka bersama unsur FKPD Kota dan Kabupaten Bima, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Kota Bima. Acara yang digelar di Aula Rupatama Polres  Bima Kota juga dihadiri Walikota Bima, H.Muhamad lutfi, SE, Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah, S.IK, MH, Kasdim 1608/ Bima Mayor Inf. Hardani, Ketua DPRD Kabupaten Bima Murni Suciyanti, Ketua MUI Kota Bima, Pimpinan SKPD dan beberapa keterwakilan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kota Bima.

Dalam kata sambutan, Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah, S.Ik, MH mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda NTB yang berkenan hadir di Kota Bima. Kapolres pada kesempatan tersebut juga melaporkan situasi Kamtibmas di Wilayah Hukum Polres Bima Kota, dalam kondisi aman, kondusif dan terkendali. AKBP Erwin Ardiansyah juga merinci bahwa wilayah hukum Polres Bima Kota yang Dipimpinnya meliputi 7 kecamatan dan 82 Desa di Kabupaten Bima, serta 40 Kelurahan di Kota Bima. Sementara jumlah Personil sebanyak 673 anggota, dengan luasnya wilayah Hukum Polres Bima Kota masih dinilai kurang personil jika dibandingkan banyaknya personil yang ada. Sebagai Parameter penyelesaian kasus, Kapolres  Bima Kota menjabarkan ditahun 2017 ada 919 kasus yang terjadi di wilayah Hukum Polres Bima Kota, sedangkan di tahun 2018 menurun sebanyak 860 kasus. Penurunan angka kasus kriminalitas dan sejenisnya ini bukan suatu hal yang kebetulan, melainkan ini hasil kerjasama dan kolaborasi bersama semua jajaran yang ada, ujar Kapolres.


Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Achmat Juri, M.Hum merasa bersyukur bisa hadir dan berkunjung ke Bima untuk ketiga kalinya selama dirinya menjabat. Ia mengaku kunjungannya di Bima kali ini suasana begitu teduh bersamaan dengan musim hujan dan tanahnya hijau, semoga dengan hijaunya hamparan tanah dan teduhnya situasi Bima saat ini, akan terus Mambawa keamanan dan kenyamanan di kota Bima. Achmat Juri juga menyampaikan, bahwa memasuki bulan ke 10 menjabat di NTB, kami akan menjaga NTB tetap kondusif dan tetap membangun sesuai dengan kemampuan.

Pada kesempatan tersebut Kapolda NTB juga menyampaikan 3 Poin yang menjadi Atensi kunjungannya di Bima, yakni : Pertama, bahwa di Bulan Desember lalu, BMKG telah mengeluarkan warning terkait cuaca yang tidak menentu di NTB, untuk itu saya himbau kepada Kapolres untuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan situasi dan tetap mengantisipasi segala sesuatu yang bisa saja terjadi setiap saat. Pesan Kapolda yang Kedua, yang berkaitan dengan Pemilu Legislatif dan Pilpres tinggal 69 hari lagi, berharap pihak Polri dibantu TNI untuk mensukseskan Pemilu yang Damai, Rukun dan Harmonis. Menurut Kapolda, jika kita telusuri bahwa demokrasi ini merupakan warisan leluhur dan pilihan nenek moyang kita, sejak negara ini dibentuk, demokrasi itu sudah ada, jadi tidak perlu kita ributkan dan perdebatkan lagi tentang Pemilu, marilah kita memilih Pemimpin yang akan membawa bangsa ini 5 tahun kedepan. Dan yang Ketiga pesan Kapolda, bagaimana kita menyadarkan dan mengurangi kekerasan fisik yang masih ada disekitar kita, semoga kota Bima wilayahnya lebih baik kedepan. Selamat melaksanakan pesta demokrasi, semoga berjalan aman, damai, rukun dan harmonis, pungkas Kapolda dalam sambutannya. (Rahim)

 

 

H. Aris Muhammad : Selamat Milad HMI dan KAHMI Yang Ke – 72

KOTA BIMA,NTB—- Calon Anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa dari Partai Bulan Bintang (PBB) H. Aris Muhammad, SH, mengucapkan selamat kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan (KAHMI) yang melaksanakan Milad yang ke-72 lebih khusus wilayah KSB, Sumbawa, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima, umumnya Indonesia, Aris Muhammad menilai HMI telah banyak melahirkan intelektual muda. Aris mengatakan, kader-kader HMI dan KAHMI juga selalu menjunjung tinggi keIslaman dan keIndonesiaan.


Mantan Kader HMI Jawa Timur (Jatim) 1985-1986 yang sekarang menjadi Pengurus KAHMI Jakarta Pusat ini menyampaikan, HMI/ KAHMI selain menghasilkan intelektual-intelektual muda yang sangat banyak, mereka selalu menjunjung tinggi Keislaman dan KeIndonesiaan, ujar Bendahara Umum DPP (PBB) ini. Lanjut Aris, Indonesia dianugerahi Allah SWT beranekaragam suku, agama, adat, tradisi,hingga bahasa yang harus dijaga persatuannya. “Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus memelihara, merawat,menjaga persatuan dan kerukunan. Karena aset besar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan, Bela Islam, Bela Rakyat, dan Bela NKRI” tandasnya. Aris Muhammad mengucapkan selamat hari lahir untuk HMI yang ke-72 “Sekali lagi saya mengucapkan selamat Harlah HMI dan KAHMI yang ke 72 tahun,” ucapnya. (Rahim)

Menggali Informasi Bendungan Gerak Watuturi Gampeng

BERITA KEDIRI —- Bendungan yang berada di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, menjadi tujuan utama Babinsa Gampeng Serka Masduki, untuk mengetahui lebih dalam bagaimana bendungan tersebut beroperasi dan bagaimana cara mengoperasikannya. Penggalian informasi seputar eksistensi bendungan gerak Watuturi ini, Serka Masduki menemui salah satu staf M. Musa, yang sehari-hari memantau tinggi rendahnya permukaan air yang mengalir di bendungan tersebut. minggu (2/2/2019)

Bincang santai dilakukan di ruang operasi, dan ditempat ini, banyak panel-panel berderet. Tepat di ruangan operasi tersebut, dari luar terlihat aliran Sungai Berantas mengalir. Aliran Sungai Berantas dikendalikan lewat ruang operasi ini, baik ketinggian permukaan air maupun rendah permukaan air.

Dikatakan M.Musa, untuk debit air, walaupun musim hujan, saat ini masih normal. Untuk air ke hilir, saat ini masih 152.64 meter kubik.

Untuk layanan irigasi sudah sesuai pola, dari rekan-rekan Dinas Pengairan juga sudah sesuai pola. Untuk Mrican kiri, sudah sesuai pola, dimana polanya 17.96. Kemudian untuk Mrican kanan, saat ini polanya 15.22.

“Kalau kita perhatikan disini ada panel-panel operasi. Disini ada panel operasi 1,2 dan 3, ada panel 4,5 dan 6, ada panel 7, 8 dan 9. Dimana untuk mengoperasikan ada didepan sini. Jadi pengoperasiannya kita menjaga tinggi air, baik itu musim hujan atau kemarau, kita jaga tinggi air sampai 57.30,” jelas M.Musa

Ia menambahkan ,”Katakanlah kalau kita mau menambah debit air atau menguranginya, acuan kita adalah tinggi permukaan air dalam mengoperasikannya.”

Di bendungan ini tidak hanya sekedar pengendali tinggi rendah permukaan air, ditempat yang cukup rindang dikarenakan banyaknya pepohonan besar dan rimbun daunnya, bendungan ini sangat akrab dengan para pemancing lokal, dalam artian warga sekitar.  Berbagai jenis ikan dapat ditemui dibendungan ini, dan umumnya hasil yang didapat mancing mania tidak seperti di tempat-tempat pemancingan yang bisa meraup ikan sebanyak mungkin.

Sebagaimana dituturkan Wahyudi, warga Desa Gampeng, seharinya pemancing bisa berhasil mendapat ikan sebanyak 5 hingga 8 ekor, tetapi bila keberuntungan datang, ia bisa membawa pulang 12 hingga 15 ekor dari berbagai jenis ikan. Keberuntungan tidak serta merta datang setiap harinya, diakui Wahyudi, kadang dalam seharinya ia tak berhasil memperoleh ikan seekorpun.

Selain akrab dengan mancing mania, tempat ini dipenuhi kuliner, dan kuliner ini menu yang disajikan berbeda-beda. Kendati setiap kuliner berbeda menu, semua menu selalu menghadirkan sajian ikan, dan ikan tersebut lebih cenderung jenis ikan tawar. (dodik)

 

 

Bakti Sosial Banser Kec. Reban.

KABUPATEN PEMALANG —  Minggu,03/02/2019 Banser Yon Reban melakukan bakti sosial membedah rumah salah satu warga di desa,Reban kec.Reban kab.Batang.Berkisar puluhan anggota Banser yang di komandoi Satkorkel Reban, (Sudaryanto) tampak bersemangat membantu rehap bedah rumah,di salah satu warga desa reban yang membutuhkan bantuan “Kami sangat senang bisa membantu masyarakat di bidang sosial ,sesibuk apapun kegiatan anggota Banser harus selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan”Ujar Sudaryanto.

Sukeri,selaku pemilik rumah yang kebetulan di rehab juga tampak bersemangat, karena di bantu personil Banser.”Saya sangat berterimakasih sekali,atas bantuan yang di berikan personil Banser Reban.,saya tidak bisa membalas apapun kecuali hanya mendoakan,biar jasa baik dan kekompakan mereka akan selalu terjaga, serta ALLAH,akan selalu melimpahkan rahmat & hidayahnya.Amin,”ucap Sukeri. (Sumitro)

 

Kenalkan Koramil Kepada Anak Usia Dini

BERITA KEDIRI Koramil Ngasem kedatangan anak-anak usia dini dari TK dan PAUD PKK Tugurejo, dan kedatangan mereka tidak lepas dari program sekolah tersebut, yaitu menjelajahi instansi-instansi yang ada di Kecamatan Ngasem.

Dibawah pengawasan langsung Kepala Sekolah TK dan PAUD PKK Tugurejo, Widianti, puluhan anak-anak usia dini ini diperkenalkan eksistensi Makoramil hingga apa saja yang dilakukan ditempat tersebut. jumat (1/2/2019)

Memperkenalkan Koramil kepada anak-anak usia dini ini memang terbilang agak berbeda dibanding anak sekolah tingkat SD, SMP maupun SMA. Pelda Karni didapuk untuk membimbing anak-anak usia dini ini, dari memperkenalkan ikan-ikan di kolam, hingga permainan outbond berkategori simple dan mudah dimainkan.

Ikan jenis nila yang berkeliaran di kolam berukuran 2 x 4 meter, menjadi tontonan anak-anak usia dini. Selain jumlah ikan yang cukup banyak, ikan-ikan ini berukuran kecil, sehingga ada daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

Didalam ruangan, Pelda Bejo dan Pelda Santoso, menyampaikan penjelasan seputar eksistensi Koramil kepada guru-guru TK dan PAUD PKK Tugurejo. Penjelasan disampaikan secara simple dan tidak berbelit-belit.

Pelda Bejo menjelaskan, bahwasannya ditempat inilah, seluruh Babinsa-Babinsa yang ada di tiap-tiap desa maupun kelurahan, berkantor di Makoramil. Di Koramil, sebagaimana dikatakan Pelda Bejo, ada Danramil, dan Danramil inilah yang menjadi pimpinan sekaligus piramida organisasi paling atas di Koramil.

Setiap Babinsa, menurut Pelda Bejo, harus melaporkan segala aktifitas di desa-desa maupun di kelurahan-kelurahan kepada Danramil. Babinsa, dikatakan Pelda Bejo, harus berbaur dengan masyarakat setempat, dan dari situlah komunikasi atau dialog dilakukan, baik bersama Kepala Desa atau Kepala Kelurahan, Ketua RT, Ketua RW maupun elemen atau komponen masyarakat.

Ia menambahkan, Koramil berada dibawah pengawasan langsung Kodim, dalam artian tidak berdiri sendiri, namun seluruh aktifitasnya harus dilaporkan kepada Kodim. Kodim dan Koramil berbeda, dikatakan Pelda Bejo, Kodim ruang lingkupnya ada ditingkat kecamatan, sedangkan Kodim ruang lingkupnya di tingkat kabupaten dan kota.

Ditempat terpisah, Pelda Bejo menggandeng emak-emak untuk mengelilingi Makoramil, sekaligus melihat langsung kondisi terkini tanaman pangan yang tersebar di Makoramil. Tanaman pangan ini ditanam semata-mata untuk penghijauan, apabila ada masyarakat yang ingin mengambil buah atau hasil tanaman, dikatakan Pelda Bejo, Koramil dengan tangan terbuka mempersilahkan siapa saja untuk mengambilnya. (dodik)

 

 

 

LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia : RSU Bethesda Gunungsitoli Diduga Buang Limbah Sembarangan

BERITA MEDAN -SUMATERA UTARA,—- Rumah sakit adalah tempat pelayanan kesehatan yang dirancang, dioperasikan dan dipelihara dengan sangat memperhatikan aspek kebersihan bangunan dan halaman, baik fisik, sampah, limbah cair, air bersih dan serangga atau binatang penganggu

Untuk menciptakan kebersihan di rumah sakit merupakan upaya yang cukup sulit dan bersifat kompleks berhubungan dengan berbagai aspek antara lain budaya atau  kebiasaan, perilaku masyarakat, kondisi lingkungan,sosial dan teknologi.

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dengan meningkatnya pendirian Rumah Sakit. Sebagai akibat kualitas efluen limbah rumah sakit yang tidak memenuhi syarat menyebabkan limbah rumah sakit dapat mencemari lingkungan penduduk disekitar rumah sakit dan menimbulkan masalah kesehatan, hal ini dikarenakan dalam limbah rumah sakit dapat mengandung berbagai jasad renik penyebab penyakit pada manusia termasuk demam thypoid, cholera, disentri dan hepatitis sehingga limbah harus diolah sebelum di buang ke lingkungan.

Dimulai dengan makin meningkatnya pendirian rumah sakit,  kehidupan masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, serta kurangnya kepedulian manajemen rumah sakit terhadap pengelolaan lingkungan. Mulailah timbul tumpukan sampah ataupun limbah yang dibuang tidak sebgaimana semestinya. Hal ini berakibat pada kehidupan manusia dibumi yang menjadi tidak sehat sehingga menurunkan kualitas kehidupan terutama pada lingkungan sekitarnya.

Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit mempunyai karakteristik tertentu baik fisik, kimia dan biologi. Limbah  rumah sakit bisa mengandung bermacam-macam mikroorganisme, tergantung dari jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang dan jenis sarana yang ada (laboratorium, klinik dll).

Tentu saja dari jenis-jenis mikroorganisme tersebut ada yang bersifat pathogen. Limbah rumah sakit seperti halnya limbah lain akan mengandung bahan-bahan organic dan anorganik, yang tingkat kandungannya dapat ditentukan dengan uji air kotor pada umumnya seperti BOD, COD, TTS, pH, mikrobiologik dan lainnya.

Sebagaimana termaktub dalam undang-undang No. 9 tahun 1990 tentang pokok-pokok kesehatan, bahwa setiap warga berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Ketentuan  tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan berupa pencegahan dan pemberantasan penyakit, pencegahan dan penanggulangan pencemaran, pemulihan kesehatan penerangan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai macam limbah yang berupa benda cair, padat dan gas. Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit. Unsur-unsur yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pelayanan rumah sakit (termasuk pengelolaan limbahnya), yaitu  antara lain : Pemrakarsa  dan penanggung jawab rumah sakit, Pengguna jasa pelayanan rumah sakit, Para ahli, pakar dan lembaga yang dapat memberikan saran-saran dan Para pengusaha dan swasta yang dapat menyediakan sarana dan fasilitas yang diperlukan.

Upaya pengelolaan limbah rumah sakit telah disiapkan dengan menyediakan perangkat lunaknya yang berupa peraturan-peraturan, pedoman-pedoman dan kebijakan-kebijakan yang mengatur pengelolaan dan peningkatan kesehatan di lingkungan rumah sakit.

Hal ini dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Fesianus Ndraha kepada sejumlah Media di medan 01/02/2019 siang ini.

Fesianus mengatakan, Aneh dan fakta di temukan di Lingkungan Rumah Sakit Bethesda Gunungsitoli Dusun III Desa Sifalaete Tabaloho Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli limbah cair yang dibuang langsung kelaut melalui pembuangan saluran  pipa di belakang rumah sakit tersebut. Limbah padat seperti Suntik, Kateter, Infus dan lain-lain di temukan juga terbuang begitu saja tanpa kepedulian dari pihak RSU Bethesda Gunungsitoli, jelas Fesianus.

Fesianus menambahkan, Menurut lampiran PERMENKES No.147 Tahun 2010, rumah sakit harus berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya bergerak di bidang perumahsakitan.

Badan hukum dapat berupa Yayasan atau Perseroan Terbatas (PT). Untuk memperoleh izin mendirikan rumah sakit terdapat pula syarat pengolahan limbah yang meliputi upaya kesehatan lingkungan (UKL), upaya pemantauan lingkungan (UPL) dan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang dilaksanakan sesuai jenis dan klasifikasi rumah sakit yang di atur dalam UU No.44 Tahun 2009 tentang rumah sakit.

Akan tetapi apabila rumah sakit tidak memiliki izin sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) maka akan dijatuhi sanksi pidana sesuai dengan Pasal 62 yang berbunyi “ Setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan rumah sakit tidak memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dipidana dengan penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp. 5. 000.000.000,00 (lima milliar rupiah). Salah satu bentuk pelanggaran prosedur pembuangan dan pengelolaan limbah medis dan B3 terdapat pada salah satu rumah sakit yang berada di Kota Gunungsitoli yaitu Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli diduga belum mengantongi atau melengkapi dokumen lingkungan hidup beserta perizinannya seperti izin IPAL dan Incenerator, ungkap Fesianus tangkas.

Hingga berita ini turun masih belum konfirmasi kepada pihak RSU Bethesada Gunungsitoli. (af lase )

 

 

 

 

 

Anggota BPN Diduga Kerjasama Dengan Kepala Desa Loloana’a

BERITA GUNUNGSITOLI -SUMATERA UTARA– Dihimpun  dari salah Satu  akun WhatsApp bung fit yang mengatakan  Badan Pertanahan Nasional(BPN) Nias melaksanakan pengukuran lahan  yang sedang sengketa didesa Loloana’a Idanoi kecamatan Idanoi kota Gunungsitoli pada hari senin 28/1/2019.

Tergugat di  Pengadilan Negeri Gunungsitoli adalah Kepala desa Loloanaa, rupanya mengundang pemerintah kota Gunungsitoli, BPN dan Badan Hukum BPN mengukur lahan yang sedang digugat inisial  FB di PN Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Penggugat mengatakan, saya telah menyampaikan kepada angota BPN bawah lahan tersebut tahapan sengketa di PN Gunungsitoli namun anggota BPN tidak menghiraukan dan terus maksanakan pengukuran.

Anggota dari BPN sepertinya diduga kerjasama atau sekongkol dengan kepada kepala desa Loloana’a dan tidak menghargai bagai mana keputusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli, papar FB kepada awak media

Terpisah, awak media mewawancarai anggota dari BPN,  tujuan pengukuran lahan tersebut saat di tanyakan, kami hanya yang di utus oleh pimpinan kami atas undangan kepala desa,  untuk membuat Prona, tapi kami tidak tau bawah lahan tersebut masih lahan sengketa.

Lebih lanjut, ditanyakan kepada Badan Hukum BPN  dilokasi lahan gugatan, dengan kedatangan bapak dari BPN juga bagaimana, jawaban mereka kami hanya mau melihat dan mendengar saja dan mengikuti perintah dari pimpinan kami atas undangan kades Loloana’a.

Diduga kades Loloana’a mengundang masyarakat banyak untuk meyakinkan pemerintah dari BPN sepertinya  lahan tersebut tidak punya masalah atau dalam silang sengketa.

Ditambahkan FB sebagai pemilik Lahan, gugatan saya sedang jalan Dikantor Pengadilan Negeri Gunungsitoli, dengan materi gugatan perampasan atas tanah milik saya, saya dengan pengacara saya, akan keberatan dengan cara -cara Kepala Desa dan para Oknum seperti ini.

Terpisah menyampaikan pada hari senin 28-1-2019 sedang meliput tiba tiba kades loloana’a melarang meliput di tempat lahan gugatan menampakan gerak geriknya sepertinya ingin memukul wartawan  dan mengatakan kamu dari mana, saya jawab pak kades dari tadi saya sudah kasitau saya dari media,  dia nyebut dirinya juga dari media dan saya tanya pak kades kalau kamu itu juga dari media tolong tunjukan KTA dan SK  tapi dia tidak mau menunjukan   .(af lase )

 

Membedah Historis Sendang Tirto Kamandanu

BERITA KEDIRI. Penelusuran jejak masa lampau bergenre “Mlaku Mlaku Babinsa”, kali ini menyorot lokasi yang penuh historis, dan konon banyak aura positif yang ada disekitar Sendang Tirto Kamandanu. Sendang atau telaga tersebut terletak di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Tertarik apa saja yang ada sendang tersebut, Serma Jaenuri menemui langsung juru kunci Sendang Tirto Kamandanu, Mbah Tugino. Ketertarikan ini tidak lepas dari komunikasi sosial berbasis interaktif yang menyasar kesemua elemen maupun komponen, baik tokoh masyarakat, tokoh agama atau tokoh adat.

Secara kebetulan, saat ditemui, Mbah Tugino masih melakukan aktifitas khusus di lokasi tersebut. Usai aktifitas rutin di hari kamis, Mbah Tugino bersedia diajak berbincang santai, sekaligus menggali historis keberadaan sendang yang sangat ramai pengunjung saat bulan Suro. kamis (31/1/2019)

Mbah Tugino atau akrab disapa Mbah No, menjabarkan satu persatu sejarah keberadaan sendang tersebut. Diawal, Mbah No menjelaskan arti atau makna dari sendang yang berlokasi ditengah areal persawahan milik warga.

“Sendang Tirto Kamandanu sejarahnya adalah tempat mandi Sri Aji Joyoboyo sebelum moksa (hilang). Sendang Tirto Kamandanu artinya sendang itu telaga, tirto itu air, kumo itu benih dan hidup, jadi ini sumber kehidupan,” jelas Mbah No.

Ia menambahkan, untuk mandi putri-putri raja nusantara itu disini, karena apa, disini adalah punjer (pusat) tanah Jawa. Katakan, Sri Aji Joyoboyo adalah Utungga Dewa, patoknya tanah Jawa.

“Disini, didepan Sendang Tirto Kamandanu ada filsafat, patung Tri Murti, Brahma, Wisnu, Siwa, tiga jadi satu. Dibelakangnya ada patung Ganesha, lambang Kediri, lambang kecerdasan, putra Siwa,” sambung Mbah No.

Disebelahnya ada petilasan (jejak) yang sejati, ialah dayang-dayang dari Mbah Joyoboyo. Disebelahnya lagi ada kaputren, tempat putri-putri raja. Disebelah barat ada Mayangsari dan sebelah timur ada Wulansari. Ibarat Mayangsari dan Wulansari adalah matahari dan bulan atau rejeki dan kehidupan.

“Sedangkan tempat sendang itu ada disini, disitu ada sumur. Kalau logika, musim kemarau diambil semua airnya seluruh nusantara kesini, mengambil air disini, dikatakan disini air zam zam tanah Jawa, karena patok tanah Jawa,” pungkas Mbah No.

Dari sudut pengamatan spiritual, menurut Mbah No, ditempat ini auranya berwarna kuning keemas-emasan, dan hal ini dibenarkan salah satu acara televisi nasional, dengan host, Tukul Arwana. Datang ketempat ini, semua orang pasti diijinkan, baik latarbelakang maupun domisilinya.

Tempat ini memang cukup sejuk dan jauh dari kebisingan perkotaan, lantaran jaraknya cukup jauh dari pemukiman penduduk maupun jalan raya. Untuk menuju ke lokasi ini, setiap pengunjung dipastikan melewati areal persawahan warga dan jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 400 meter dari jalan raya. (dodik)