FUI Bima, JAS Bima dan Brigade Masjid Bima Menggelar Aksi Solidaritas Terhadap...

FUI Bima, JAS Bima dan Brigade Masjid Bima Menggelar Aksi Solidaritas Terhadap Muslimin Uyghur

56
BERBAGI

BERITA KABUPATEN BIMA – Forum Ummat Islam, (FUI) Bima, JAS Bima dan Brigade Masjid Bima menggelar aksi solidaritas terhadap Muslimin Uyghur di depan kantor Bupati Bima, di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Rabu, 26 Desember 2018. Aksi damai tersebut, diikuti sekitar 200 orang massa yang merupakan gabungan dari beberapa santri pondok pesantren yang ada di Bima.

Ketua FUI Bima, Ust. Asiqin mengatakan, dalam aksi solidaritas ini dilakukan oleh berbagai Ormas Islam diantaranya FUI Bima, JAS Bima, Brigade Masjid Bima serta para santri dari Ponpes yang ada di Bima.

“Ada sekitar 200 orang yang kami pimpin dalam aksi yang sebelumnya melakukan konvoi di Desa Talabiu, Rabakodo, Tente, Samili  dan berakhir di Desa Godo atau di depan kantor Bupati Bima ini,” ujar Asiqin, siang tadi.

Ia mengatakan, dalam aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap kaum muslimin Uyghur yang ditindas oleh Pemerintah China. Dan atas kejadian itu, pihaknya mengutuk keras tindakan Pemerintah China yang telah melakukan kekerasan terhadap kaum Muslimin Uyghur di China.

“Kita harus semangat membela kepentingan orang Muslim yang tertindas. Perjuangan ini merupakan perjuangan besar di mata Allah SWT,” terang dia,

Ia mengatakan, pada 20 tahun Rasululah wafat, Islam telah berada di Uyghur, China. Untuk itu, melalui gerakan ini, dengan tidak membedakan agama, suku atau pun ras, tetapi atas nama kemanusiaaan, pihaknya berharap agar Bupati Bima atau pejabat di Pemkab Bima bisa menemui massa aksi untuk memberikan pernyataan sikapnya.

“Kami berharap ada pejabat di Pemkab Bima yang menerima aspirasi kami dalam mengutuk keras atas genosida yang dilakukan oleh komunis China tehadap umat Muslim Uyghur,” terang dia,

Ia pun mengajak agar organisasi islam di dunia untuk mengutuk tindakan Pemerintak China dan menyerukan seluruh pemimpin islam untuk jihad melawan China. Bila China tidak menghentikan tindakan kekerasannya terhadap Muslimin Uyghur, pihaknya menuntut Pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan dengan Pemerintah China.

“Kita boikot produk china dan menyerukan pada imam-imam masjid untuk mendoakan kaum muslimin di China saat ini,” tandasnya.

Aksi yang ditanggapi pejabat Pemkab Bima melalu Kabag Hukum setda Kabupaten Bima, Amar Makruf mengatakan, sesuai dengan pesan pimpinan di Pemkab Bima sesuai, apa yang menjadi tuntutan massa  yang menjadi agenda pembahasan di tingkat politik nasional, atas hal ini pihaknya berterima kasih dengan adanya dukungan dari FUI Bima dan lainnya .

“Pada prinsipnya, semua satu arah dan tujuan sama-sama menegakkan UUD, Pancasila dan keadilan bagi kemanusiaan. Untuk itu, kami terima pernyataan sikap ini dan kami akan sampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Pusat di Jakarta untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Diakuinya, pihaknya juga mengutuk tindakan kejahatan atas keberadaan umat Islam di China. Apapun yang dirasakan oleh Muslimin di China, sebagai Muslim di belahan dunia manapun tentu merasakannya juga.

“Tindakan biadab oleh China terhadap umat Islam perlu dihentikan. Terima kasih sekali lagi, kami sampaikan atas solidaritas yang massa aksi lakukan pada hari ini ,” tandasnya. (Rahim)