Kerusuhan Redam di Bima, TNI Gelar Simulasi Pengamanan PEMILU

Kerusuhan Redam di Bima, TNI Gelar Simulasi Pengamanan PEMILU

22
BERBAGI

BERITA KOTA BIMA NTB– Dalam rangka pengamanan pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres yang digelar 17 April mendatang, agar berjalan lancar, aman dan kondusif. Prajurit TNI – Polri di Wilayah Bima melaksanakan Apel Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu Tahun 2019, di Lapangan Manggemaci, Kota Bima, Jum’at pagi (8/2/2019). Dalam simulasi ini sebanyak 2.300 Personil gabungan TNI – Polri diterjunkan, terdapat ratusan orang yang bertindak sebagai massa, dan sebagian sebagai Aparat Pengendali Massa (Dalmas).

Skenario Massa Dandim 1608/ Bima, Kolonel Inf. Bambang Kurnia Eka Putra dalam amanatnya mengatakan, apel gelar pasukan ini diselenggarakan untuk menyelaraskan koordinasi antara TNI, Polri dan Pemkot dalam rangka pengamanan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019 mendatang, serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan yang tinggi guna mengantisipasi setiap kecenderungan perkembangan situasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan merusak jalannya proses pesta demokrasi tersebut. “Jadi kegiatan ini merupakan rangkaian kesiapan kita dalam menghadapi pemilu nanti. Ini hanya simulasi, yang tidak diharapkan terjadi” ujarnya.


Skenario pengamanan adalah ketika terjadi keributan saat massa pendukung salah satu calon tidak terima dengan keputusan hasil pemilu calonnya. Sejumlah kelompok yang tidak puas dengan hasil pemilu di daerahnya, kemudian melakukan aksi protes hingga terjadi bentrokan antar warga dan pendukung parpol. TPS dirusak, terjadi pembakaran dan pelemparan batu hingga tindakan anarkis. Terdapat tiga tingkatan kondisi skenario yang menentukan pengamanan, yaitu aman, agak rawan, dan rawan. Di tahap awal, akan diusahakan negosiasi oleh para Babinsa dan Babinkamtibmas. Jika situasi mulai memanas, satuan Dalmas (Shabara) akan diturunkan. Ketika situasi sudah memasuki tahap rawan, giliran anggota Gabungan TNI-Polri yang dikerahkan. Gas air mata dan kendaraan water cannon juga mulai digunakan untuk menenangkan massa. Tembakan-tembakan water cannon diarahkan kepada massa yang anarkis.

Aparat kemudian membawa korban yang terluka dan meninggal dunia dengan ambulans ke rumah sakit. Setelah itu diadakan mediasi oleh Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra. Akhirnya massa dapat diredam dan kondisi kembali kondusif. Setelah diberikan arahan agar tidak terprovokasi, masyarakat dan pendukung parpol membubarkan diri kembali menuju rumah masing-masing. Kegiatan ini menarik perhatian warga Kota Bima yang tampak sangat antusias menyaksikan Simulasi Pengamanan Pemilu Tahun 2019 tersebut. (TIM baraknews)