Pendayagunaan Alsintan Lewat Pelatihan Bersama Dinas Pertanian

Pendayagunaan Alsintan Lewat Pelatihan Bersama Dinas Pertanian

251
BERBAGI

BERITA KEDIRI.—- Kodim 0809/Kediri bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri mengadakan pelatihan perawatan alsintan (alat mesin pertanian). Pelatihan ini dilakukan di aula Makodim Kediri dengan pemateri, Kasi pupuk, pestisida dan alsintan, Slamet, didampingi Sudi Purnomo dan Karno, ketiganya dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri. rabu (12/12/2018)

Slamet menjelaskan ,pemahaman pertanian modern merupakan kegiatan usaha pertanian berbasis mekanisasi dan menerapkan teknologi digital farming yang dikelola dalam sistem korporasi lahan usaha pertanian.

“Pemerintah melalui Dinas Pertanian berupaya melakukan percepatan terwujudnya pertanian modern di Indonesia, sekaligus meningkatkan hasil pertanian, termasuk di Kediri,” kata Slamet kepada 40 Babinsa jajaran Kodim Kediri di aula Makodim Kediri.

Ia menambahkan, berbagai program bantuan alsintan, saprotan (sarana produksi pertanian), asuransi, sarana dan prasana irigasi, optimasi lahan dan konsolidasi lahan, kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan hasil pertanian, dengan harapan, tidak ada lagi ketergantungan pangan dari luar negeri.

Sudi Purnomo menambahkan ,”Alat dan mesin pertanian digolongkan menjadi dua, yang pertama alat dan mesin budidaya pertanian serta alat dan mesin pengolahan hasil pertanian. Sedangkan yang kedua, alat dan mesin budidaya pertanian digunakan pada saat pra panen yakni pada saat pengolahan tanah, penanaman bibit jagung dan pemberantasan hama dan penyakit tananaman.

Sementara itu, Karno menjelaskan, alat yang dapat digunakan adalah traktor, alat penananam biji-bijian, alat penyemprot hama, dan lain sebagainya, sedangkan alat pengolahan hasil pertanian digunakan pada musim pasca panen yakni pada saat hasil-hasil pertanian yang sudah matang perlu untuk diolah lagi.

Sebelumnya, Pasi Ter Kodim Kediri, Kapten Inf Warsito menegaskan, perawatan alsintan sangatlah penting, agar manfaat yang didapat bisa dipertahankan. Ia berharap, setelah pelatihan ini, dapat menggunakan alsintan ini dengan sebaik-baiknya dan sebijaksana mungkin.

Selain berbagai teori, juga dilakukan praktek pelatihan perawatan alsintan  dan praktek secara langsung dibawah bimbingan Sudi Purnomo dan Karno. Dalam hal praktek, lebih ditekankan upaya mencegah kerusakan dan cara memperbaikinya. Terkait perbaikan, lebih cenderung mengarah pada bagian-bagian alsintan yang mudah didapat di toko-toko. (dodik)