Peternak Desa Jugo Optimis Olahan Susu Perah Bakal Meningkatkan Pendapatan

Peternak Desa Jugo Optimis Olahan Susu Perah Bakal Meningkatkan Pendapatan

275
BERBAGI

BERITA KEDIRI –—  Juwitno, warga RT 09 RW 02 Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, salah satu peternak susu perah sapi, mengomentari penyuluhan yang dilakukan Unisma (Universitas Islam Malang) di balai Desa Jugo, yang berstatus agenda non fisik TMMD di Desa Blimbing dan Jugo. rabu (31/10/2018)

Bagi bapak 3 anak ini, hasil susu perah sapi miliknya sudah berhasil mengentaskan anak-anaknya hingga jenjang pendidikan tinggi, dan dari susu perah ini juga, dapur rumah tangganya tetap mengeluarkan asap hingga meja terisi makanan maupun minuman setiap harinya.

Hasil dari susu perah di Desa Jugo, saat ini nominal teratas mencapai Rp 5.200,- per liter, sedangkan nominal terendah mencapai Rp 4.800,-. Kedua nominal tersebut tergantung kualitas dan kuantitas susu perah.

Dari wawancara singkat dengan tim Penrem 082, Juwitno mengakui banyak kendala dilapangan, terutama kondisi musim kemarau saat ini. Pakan ternak berupa rumput gajah, kian hari kian sulit didapat, lantaran banyak rumput yang kering.

Seperti biasa, pagi hari, Juwitno harus naik turun bukit untuk mencari rumput gajah, tetapi keberuntungan akhir-akhir agak menjauh dan memaksanya menoleh alternatif yang lain, yaitu membeli rumput gajah dari orang lain.

Apa yang disampaikan Dekan fakultas peternakan Unisma, Dr.Ir.Inggit Kentjonowaty,MP bersama Wakil Dekan I, Ir.Sri Susilowati,MM, membawa inspirasi sumber pendapatan yang berbeda dari biasanya, khususnya dilihat dari nominal yang cukup jauh.

Dari hitung-hitungan yang disampaikan saat penyuluhan ini, omset sebesar Rp 30.000,- per liter cukup lumayan menggiurkan. Penyuluhan teori dan praktek pengolahan susu menjadi ice milk stick dan susu pasteurisasi, bisa menjadi sorotan khusus ditengah kondisi minimnya pendapatan akibat harus beli pakan ternak dari orang lain.

Tidak menutup kemungkinan, kelak dikemudian hari, olahan susu perah ini bakal menjadi primadona di Desa Jugo. Hanya saja, bagaimana minat peternak terhadap olahan susu perah ini bisa dimaksimalkan dalam pemasarannya. Juwitno yakin, pangsa pasar olahan susu perah bisa didapat, tinggal bagaimana upaya itu bisa diwujudkan dengan menggandeng pihak pedagang. (dodik)