10 Pucuk Senpi Dan Satu GLM Dimusnahkan

10 Pucuk Senpi Dan Satu GLM Dimusnahkan

70
BERBAGI

ACEH UTARA – Kepolisian Resort (Polres) Aceh Utara, musnahkan sepuluh pucuk senjata api (Senpi) dan satu pelontar (GLM) beserta magazinenya dan ribuan amunisi, yang merupakan hasil sitaan dari enam tersangka selama 2015 hingga 2017, di halaman Mapolres Aceh Utara. Selasa (9/1/2018).

pemusnahan dipimpim langsung Kapolres AKBP Ahmad Untung Sangaji turut didampingi Wakapolres kompol Suwalto, Kasubbag Humas AKP M Jafaruddin dan Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddianysah.

Dan juga turut dihadiri  Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf (Sidom Peng), Kasi pidum Kejari Aceh Utara Fahmi Jalil SH. mewakili kepala PN Lhoksukon Abdul Wahab SH.dan Sejumlah pejabat polres Aceh Utara lainnya.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Sangaji kepada sejumlah wartawan menyebutkan sebanyak 10 pucuk senpi dan ribuan amunisi yang dimusnahkan tersebut merupakan sitaan dari 6 tersangka, masing-masing dari tersangka Darkani alias Rungkom, barang bukti yang di sita yaitu 3 pucuk Senpi AK 56, 1 pucuk Senpi jenis RPD, 1 pucuk Senjata Laras pendek FN.

“Selain itu bersama rungkom turut di sita 1 pucuk Senpi pelontar jenis GLM, 701 butir amunisi kaliber 7,62 mm, 12 butir amunisi kaliber 4,5 mm, 7 buah magazine AK 56, 1 magazine FN, 1 magazine RPD model rantang dan 1 buah rantai tempat peluru RPD,”

Sedangkan barang bukti dari tersangka Muhammad Nasir alias Si Dhet,  terang Kapolres, masing-masing 1 pucuk senpi laras panjang AK 56, 1 buah magazine AK 56, 30 butir amunisi 7,62 mm. Kemudian dari tersangka Irwandi alias Kobra disita 1 butir selongsong amunisi, 4 butir amunisi.

“Dari tersangka Marsuddin alias Doyok, barang bukti yang disita yaitu 384 butir amunsisi dalam sebuah tas, 279 butir amunisi lainnya. dan dari tersangka Faisal alias Komeng, Jumlah senjata yang disita yaitu 1 pucuk senpi AK 46, 1 buah magazine, 151 amunisi dan 2 butir amunisi revolver. Sementara dari tersangka Jailani alias Dani dua pucuk pistol masing  masing, 1 revolver dan  1 FN,“ terang kapolres.

Menurut Kapolres, masih ada senjata api lainnya yang saat ini  masih beredar di kalangan masyarakat, hingga kini pihaknya masih dalam pengembangan, dan yang memiliki senjata itu  sudah  ada rencana untuk diserahkan kepada kepihaknya.

“Kita mengimbau, bila ada masyarakat sipil yang masih menguasai dan menyimpan senjata api yang tidak memiliki izin atau ilegal untuk menyerahkan kepada pihaknya, Karena tidak akan di tuntut dan diberikan sanksi jika menyerahkan secara sukarela,” imbaunya. (Sahrul)