Anak – Anak SD Negeri 8 Langkahan Mengarungi Sungai Untuk Capai Sekolah

Anak – Anak SD Negeri 8 Langkahan Mengarungi Sungai Untuk Capai Sekolah

139
BERBAGI

ACEH UTARA – Semangat dan tekat anak – anak di pedalaman aceh  utara  untuk menempuh pendidikan di SDN 8  Langkahan, yang terletak di dusun tanah merah desa lubuk pusaka patut diacungi jempol.  Mereka harus  rela menyeberangi Sungai untuk sampai sekolah dengan menaiki getek , dan mereka berjalan kaki sejauh 2 KM untuk sampai kesekolah setelah turun dari getek.

Semua ini terjadi pasca jembatan Ponton ( jembatan Apung ) yang di bangun oleh Exxon mobile oil pada tahun 1980 ,  dan sempat diterjang banjir  , hingga  diperbaiki kembali pada tahun 1995 dan jembatan tersebutpun  kembali diterjang banjir pada tahun 2014 silam , dan hingga saat ini belum diperbaiki pungkas Geuchik Desa lubuk pusaka Jaharruddin.

jembatan ponton sepanjang 150 Meter tersebut menjadi akses utama masyarakat , baik itu masyarakat yang berada di lubuk pusaka maupun desa sijudo kabupaten aceh timur.

sejak jembatan ponton putus , maka masyarakat harus menaiki getek untuk melakukan penyebrangan baik masyarakat di lubuk pusaka maupun desa sijudo , ucap geuchik.

penelusuran baraknews.com di lokasi jasa penyeberangan getek ini juga bukan saja digunakan oleh anak- anak sekolah , tapi juga digunakan sebagai alat penyebrangan alternatif  masyarakat setempat,dan mereka harus membayar dengan sekali penyebrangan sebesar 10.000 ribu rupiah , dan khusus untuk anak- anak sekolah biaya penyebrangan mereka gratiskan.

Desa lubuk pusaka yang terdiri dari tujuh Dusun , yaitu Dusun Simpang Lima, Cermei, Tanah Merah, Bidadari, Seuleumak, Bina Baru, dan Sarah Raja, terdapat 700 Kepala keluarga , dan kebanyakan dari mereka hidup dari hasil pertanian seperti sawit , pinang dan juga coklat. Serta rata – rata mereka harus menyeberangi sungai untuk mencapai kebun merek (sahrul)