Masyarakat Desa Olora Sesalkan Tindakan BPD Diduga Segaja Lakukan Sabotase

Masyarakat Desa Olora Sesalkan Tindakan BPD Diduga Segaja Lakukan Sabotase

57
BERBAGI

BERITA GUNUNGSITOLi – Jumat (05/10/2018) jam 15:30 wib di salah satu WhatsApp yang di sebut-sebut. bung Z.menyatakan Sejumlah masyarakat Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menyesalkan tindakan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) yang diduga sengaja melakukan sabotase dengan menggagalkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahun 2018.

“Tindakan yang dilakukan pihak BPD untuk menggagalkan dengan dalih penundaan sangat tidak masuk akal”, ucap FZ kepada wartawan, Kamis (4/10/2018), Salah seorang masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengingat adanya intimidasi yang dia terima akibat menyuarakan hal tersebut.

Dia membeberkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sepihak mengajukan permohonan penundaan Pilkades kepada Walikota Gunungsitoli melalui Dinas PMDK dengan alasan Pj. Kepala Desa Olora tengah dalam kondisi sakit.

Menurutnya persoalan Pj. Kepala Desa sedang sakit tidak mempengaruhi tahapan Pilkades.BPD cukup mengangkat panitia dan melakukan pengawasan.”Panitia nanti yang akan kerja. Kalau ini terus dipertahankan maka kesannya BPD dinilai mendiskreditkan hak-hak masyarakat. Apalagi ini tahun politik Pemilu 2019, seperti ada motif lain didalamnya”, ujarnya

Ditempat terpisah, Camat Gunungsitoli Utara, Momimotani Zega, saat dikonfirmasi wartawan, Memberitahu bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada BPD Olora atas surat penundaan tersebut.

Namun Camat menegaskan bahwa persoalan sakitnya Pj. Kepala Desa tidak mempengaruhi pelaksanaan Pilkades.

“Dalam Peraturan Walikota tentang pelaksanaan Pilkades tidak ada pengaturan alasan sakit untuk menunda pilkades. Memang, Kepala Desa punya tanggungjawab penuh dalam memfasilitasi penyelenggaraan pilkades dimaksud.

“Saya tidak bisa mengintervensi, kita tunggu petunjuk Bapak Walikota” Katanya. (Af lase)