Milad GAM di Lhokseumawe Diwarnai Pengibaran bendera Bintang Bulan

Milad GAM di Lhokseumawe Diwarnai Pengibaran bendera Bintang Bulan

71
BERBAGI

BERITA LHOKSEUMAWE – Peringatan hari ulang tahun ke-42 Gerakan Aceh Merdeka di sejumlah daerah ditandai dengan zikir bersama, santunan anak yatim Selasa (4/12/2018) pagi.
Tapi peringatan Milad Gam kali ini di warnai dengan Pengibaran bendera bintang bulan yang di kibarkan ditiang di halaman Masjid Jamik At Tahrir Desa Meunasah Mayang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan wakilnya, Yusuf Muhammad, serta Ketua DPRD Lhokseumawe M Yasir.

Bendera itu disahkan oleh DPRD Aceh dalam Qanun (Peraturan Daerah) Nomor 13/2013 lambang dan bendera Aceh.
Namun, belakangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI tidak menyetujui bendera tersebut. Bahkan polisi sehari sebelumnya mengimbau agar tidak ada pengibaran bendera hingga ada keputusan dari pemerintah pusat.

Dalam sambutannya, Suaidi Yahya menyebutkan, isi perjanjian (MoU) Helsinki antara RI dengan Gerakan Aceh Merdeka harus segera diselesaikan.“Jangan hanya selalu berbicara cooling down. Padahal permasalahan bendera dan lambang sudah disahkan oleh DPRA, artinya sudah sah untuk digunakan. Ini perlu dituntaskan segera,” katanya.

Sementara itu M.Juaini alias Pangben sebagai Komandan Operasi KPA Wilayah Kuta Pase menerangkan, gagasan pengibaran bendera Bintang Bulan tersebut benar-benar murni harapan dari masyarakat Kandang. “Awalnya, setelah masyarakat Kandang mengatahui KPA wilayah Kuta Pase merencanakan pemusatan kegiatan peringatan Milad ke 42 GAM di laksanakan di Mesjid At Tahrir. Masyarakat Kandang menyampaikan bila peringatan Milad GAM di Mesjid mereka itu tanpa pengibaran bendera Bintang Bulan, lebih baik di laksanakan di tempat lain,” ujar Pangben.

Sebelumnya, agenda kegiatan Milad GAM oleh KPA Kuta Pase hanya diisi Zikir bersama dan Tausiah Perjuangan, namun memahami besarnya antusiasme masyarakat akan pengibaran Bintang Bulan, KPA Kuta Pase pun sepakat untuk melaksanakannya.

Pangben menbahkan , masyarakat Kandang mengaku memiliki bendera bintang bulan di rumahnya masing-masing. Bila kita abaikan gagasan masyarakat Kandang, untuk melaksanakan pengibaran di acara peringatan ini, mereka mengaku akan berinisiatif untuk melakukan pengibaran bintang bulan menurut seleranya masing-masing, malah diantaranya ada yang merencanakan untuk konvoi bendera. Dan bersedia untuk menanggung resikonya masing-masing..

Pangben juga mengapresiasi para pihak keamanan dalam mennyikapi Milad GAM kali ini, “mereka telah bersikap professional, persuasif dan koordinatif. Kami juga memahami posisi dan tugas yang mereka emban sangat berat. Namun sampai pelaksanaan Milad berakhir tidak terjadi hal-hal yang buruk, karena KPA juga kooperatif dan segera menurunkan bendera Bintang Bulan setelah pengibarannya sempurna terlaksana. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak terutama pihak masjid At-Tahrir yang telah mendukung pelaksanaan Milad GAM ke 42 ini sehingga berlangsung lancar dan sukses,” ucap pangben

Pengibaran bendera hanya berlangsung sebentar setelah itu diturunkan sendiri oleh panitia acara tersebut. (Sahrul)