Polres Nias Ciduk Pelaku Pemerkosaan Anak Di Bawah Umur

Polres Nias Ciduk Pelaku Pemerkosaan Anak Di Bawah Umur

118
BERBAGI

KABUPATEN NIAS SELATAN,—– Satreskrim Polres Nias Selatan berhasil menciduk seorang pria bernama Sokhinihaogo Telaumbanua ( 59 ) diduga kuat telah melakukan percabulan dan pemerkosaan Anak dibawah Umur beralamat di Desa Silima Banua Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan.

Menurut Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu S.I.K, MH. melalui Kasatreskrim Polres Nias Selatan AKP Antony Tarigan mengatakan bahwa , 7 orang anggotanya yang dipimpin oleh IPDA Demonstar, SH berhasil meringkus pelaku di dalam rumahnya, dimana Pelaku selama beberapa kali sebelumnya selalu melarikan diri dari jendela disaat didatangi petugas.

“Sokhinihaogo Telaumbanua diduga kuat telah menyetubuhi Anak dibawah Umur berinisial MG sebanyak satu kali di tempat pemandian Umum, Minggu ( 23 Sepetember 2018) sekitar Pkl 11″ 00 siang, saat ini korban masih berumur 13 tahun dan masih duduk dibangku Sekolah sebagai seorang pelajar,dan tinggal bersama orang tuanya di Desa Silima Banua Kecamatan Somambawa,Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara

Pelaku melakukan percabulan dan persetubuhan kepada korban dengan melakukan secara paksa, saat itu situasi di tempat permandian Umum sedang sunyi, maka dengan leluasa Pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban berinisial MG di tempat tersebut.” ujar Antony.

Dia memaparkan, saat itu korban diminta secara paksa untuk melayani nafsu bejat pelaku, dan setelah selesai pelaku memberikan sejumlah uang sebesar Rp.100.000 kepada korban.berselang dua hari korban menunjukkan suatu kelainan yang tidak biasa.dimana korban dilihat orang tuanya mengalami sakit dan terbaring di tempat tidur,seolah menjadi pendiam serta trauma dan menyimpan ketakutan yang mendalam.

Setelah Orangtua Korban membujuk Anaknya dan mempertanyakan apa yang sedang dialamai korban, Disaat itu juga korban memberitahu dan mengakui semua kejadian yang telah menimpa dirinya, ketika mendengar pengakuan dari korban, Orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Nias Selatan untuk meminta keadilan.

“Pelaku diduga kuat telah melanggar Pasal 81 ayat 1 dan 2 yo pasal 82 ayat 1 dan 2,Undang-Undang RI no 17 tahun 2016,tentang perubahan atas UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya mengenai tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah Umur ,” dimana dari hasil pemeriksaan dokter ditemukan adanya kelainan pada alat kelamin korban.tegas Antony.

Usai penangkapan, pihak Satreskrim Polres Nias Selatan pun memeriksa tersangka, merujuk korban ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Dalam UU Perlindungan Anak No 35/2014 pasal 81 , mengatur bahwa tiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Sementara Pasal 82 UU Perlindungan Anak ayat (1) menyebut bahwa tiap orang yang melanggar ketentuan pada Pasal 76E akan dipidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda maksimal Rp 5 miliar.

Dilanjutkan pada ayat (2), apabila kejahatan pencabulan terhadap anak di bawah Umur dilakukan oleh orangtua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana yang berlaku umum.

Kini Pelaku sedang meratapi Nasibnya di Sel Mapolres Nias Selatan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya di muka Pengadilan, dimana pelaku dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 15 – 20 Tahun penjara.  ( Af lase)