Selesai Sidang Edieli Bate’e Buru-Buru Pergi Menghindari Wartawan

Selesai Sidang Edieli Bate’e Buru-Buru Pergi Menghindari Wartawan

597
BERBAGI

BERITA GUNUNGSITOLI SUMATERA UTARA —- Digelar sidang mediasi dalam perkara perdata nomor. 43/PDP.G/2018/PN/GST dikantor Pengadilan Negeri Gunungsitoli di jln. Pancasila nomor 12 Kamis (29/11/2018) Penggugat atas nama Fahela Bate’e dan tergugat Edieli bate’e sebagai kepala desa, dusun 1 desa Loloana’a Idanoi kecamatan Gunungsitoli Idanoi kota Gunungsitoli.

Sidang mediasi diadakan di ruang mediasi tepat pukul 15.00 wib, dihadiri oleh Penggugat, tergugat, pengacara penggugat serta Hakim yang menangani perkara ini.

Salah seorang narasumber AB meyatakan” cukup prihatin pada perkara dugaan penyerobotan tanah milik Fahela Bate’e sebagai penggugat, AB menjelaskan sidang kasus ini sudah digelar sebanyak tiga kali, pada sidang pertama dihadiri oleh kades Edieli bate’e (tergugat) kemudian pada sidang ke dua tidak dihadiri oleh tergugat dan ternyata pada hari ini pada sidang ke tiga yang seyogianya sidang digelar jam 2 sore ternyata diundur menjadi jam 3 sore karena tergugat terlambat, tegas AB “diduga tergugat tidak komperatif dalam persidangan”

Dikantor pengadilan negeri Gunungsitoli kuasa hukum penggugat Torotodo Halawa,SH advokat kantor biro bantuan hukum karya bakti Nusantara beralamat di jln.JP. Valon No.3 ujung Sifalaete Gunungsitoli mengatakan kepada wartawan saat diwawancarai ” saya percaya wartawan ini independen tetap menjunjung tinggi undang- undang Pers saya dipercaya oleh penggugat menjadi kuasa hukumnya sejauh ini baru ditahap sidang ke tiga dan sidang ini acaranya tingkat mediasi hakim memberikan kesempatan kepada kedua pihak untuk berdamai dan selanjutnya pada tanggal 5 November 2018 hari Rabu digelar sidang selanjutnya.

Ini adalah sebidang tanah tidak terlalu luas yang berada di desa Loloana’a Idanoi kecamatan Gunungsitoli Idanoi kota Gunungsitoli tanah tersebut merupakan kuburan keluarga yang terpenting dalam objek perkara kuburan keluarga Penggugat , penggugat mengakui tanah warisan itu belum di jual di pihak lain.

Lanjut saya sebagai Kuasa hukum berkewajiban memberikan kewajiban bantuan hukum, oknum kepala desa membangun jalan selebar 4 meter panjang 12 meter oknum kepala desa membangun tanpa meminta izin kepada pemilik tanah,dan langsung meyerobot lahan dengan sembarangan

dimana kepala desa menjelaskan pada saat disidang di pengadilan gunungsitoli bahwa tanah tersebut milik orang tuanya yang sudah ada surat hibah dan sesuai peraturan,
sedangkan kata klien saya tak pernah dihibahkan tanah tersebut dan hal ini perlu diluruskan.

Torotodo Halawa,SH sebagai kuasa hukum memohon dukungan kepada rekan- rekan pers agar turut membantu permasalahan ini.
agar jangan memihak yang satu dan jangan hanya kita yang diwawancarai kalau boleh pihak tergugat supaya tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” pungkasnya.

Kemudian, ditempat yang sama para awak media juga menghimpun pernyataan Fahela Bate’e sebagai penggugat harapannya dalam kasus ini tanahnya diharapkan agar kembali seperti semula tanpa ada bangunan serta kerusakan di tanah tersebut ungkapnya.

Diruang tunggu sidang Pengadilan Negeri Gujungsitoli, tergugat kades Edieli Bate’e pada saat diwawancarai beberapa awak media. Edieli mengatakan” saya tidak bersedia diwawancarai karena saya bersama keluarga dan anaknya, sambil berjalan cepat untuk menghindari wartawan. (af lase)