Dua Spesialis Pencurian Diringkus

Dua Spesialis Pencurian Diringkus

49
BERBAGI

ACEH UTARA – Dua pelaku pencurian diringkus Kepolisian Resort Kabupaten Aceh Utara di Simpang Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Adalah keduanya inisial R (26) alias Buroeng, asal Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara, dan IS (28) alias Odeng, asal Kecamatan Nisam Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir. Untung Sangaji, mengatakan keduanya diringkus pada hari Kamis (25/01) malam sekira pukul 22:30 WIB. Saat penangkapan kata Untung, Buroeng mencoba melarikan diri dan petugas terpaksa melepaskan tembakan terukur dan terarah kearah kakinya setelah sebelumnya melawan petugas karena mengabaikan tembakan peringatan.

Penangkapan keduanya sebagaimana laporan dari sejumlah korban di Kecamatan Syamtalira Aron dan Matangkuli. Yang mana rumah korban dibobol oleh terduga dua pelaku tersebut, sehingga barang – barang berharga milik korban lenyap. Untung Sangaji menyampaikan kronologis penangkapan itu dalam konferensi Pers di Mapolres , Senin (29/01).

“Pada saat pengembangan kasus tersebut, Buroeng mencoba melarikan diri. Karena Buroeng tidak mengindahkan tembakan peringatan dari petugas, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur dan terarah kearah kaki. Keduanya ditangkap atas laporan sejumlah korban, dan setelah itu kita lakukan penyelidikan,” jelas Untung.

Dalam penangkapan itu Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yakni dua dompet berisi uang tunai Rp 1 juta, cincin emas seberat tiga gram 880 Mili dan satu gram 250 Mili, dua unit Handphone, dan sepeda motor jenis Yamaha RX King nopol BL 3116 JC dan Suzuki Satria FU 150 Nopol BL 5049 BY.

Sementara barang-barang berharga yang hilang milik sejumlah korban, yakni 14 unit Handphone berbagai merek, emas seberat 10 mayam atau setara 30 gram, dua sepeda motor masing-masing Beat Hitam bernopol BL 3968 KI dan Yamaha Vixion bernopol BL 5255 KI, uang senilai Rp 2,5 juta, STNK sepeda motor matic bernopol BL 4144 DW, satu unit jam tangan, dua unit laptop, bahkan sepasang sendal wanita.

Dalam pengakuan Buroeng pada konferensi Pers, ia melakoni aksinya tidak seorang diri melainkan berempat. Iapun mengaku membobol rumah korbannya dengan cara mencongkel pintu jendela disaat korban tertidur pulas. Aksi nekat yang sama ia jalankan sejak akhir 2016 dan beraksi di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara dan Bireuen. (Sahrul)