Sidang Sengketa Tanah Berakhir Putusan Empat Tahun Penjara

Friday, December 22nd 2017. | Hukum & Kriminal

KABUPATEN BOGOR – Akhirnya Pengadilan Negeri Cibinong memutuskan permasalahan pemalsuan dokumen dalam sengketa lahan antara H. Deni Gunarja Vs Sentul City di desa Bojongkoneng Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor dengan hukuman empat (4) tahun penjara, hal itu dinilai tidak adil karena menurut keterangan dari beberapa warga dan Kuasa Hukum H.Lava Sambada,SH.MH, H. Deni tidak bersalah, Kamis (21/12).

Lava Sambada, SH MH mengatakan kepada media, ” Kami menduga ada konspirasi dari pihak tertentu yang mempengaruhi keputusan hakim jadi tidak adil, hingga terdakwa dinyatakan bersalah dan dituntut 4 tahun penjara, maka untuk itu kita akan mengajukan banding,” ungkapnya.

Sementara itu warga yang ikut menyaksikan jalannya sidang merasa kecewa dengan putusan tersebut, menurut salah satu warga, ” Kami kecewa dan kami ingin mengadukan permasalahan ini ke Presiden RI, jangan sampai ada kasus yang sama terjadi lagi,” ungkapnyaya.

Setelah itu, Tim mencoba mengkonfirmasi Hakim untuk memberikan jawaban dan tanggapan terhadap putusan yang dilakukannya itu, namun sayang awak media diarahkan untuk konfirmasi kepada Humas PN Cibinong dan di waktu yang sama Humas PN Cibinong Bambang Setiawan tidak ada di lokasi karena sedang dinas luar.

Usai sidang, pihak Sentul City melalui salah seorang legal hukumnya, Faisal menerangkan, Sentul City sebagai salah satu perusahaan pengembang yang bergerak di bidang properti, sedang mengupayakan keadilan setelah berulangkali menjadi korban gangguan dan rongrongan para mafia tanah. Sehingga berulangkali tanah yang sudah bersertifikat pun dicaplok oleh oknum dengan berbagai modus untuk memperjualbelikanya.

Ia menambahkan, oknum tersebut bertahun-tahun seperti mendapat angin yang kadang melibatkan para pejabat dan aparat hukum sebagai pembeli dengan “Iming-iming” beli tanah murah. Padahal, kata dia, tanah itu nantinya tidak bisa disertifikatkan, karena sudah bersertifikat milik PT Sentul City, Tbk. “Setelah masalah terbongkar, mereka meninggalkan pembeli berperkara dengan Sentul City,” terangnya.

Hal tersebut, terjadi lagi pada kasus yang sedang berjalan yaitu dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu di dalam suatu akta otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 KUHPidana dan pemalsuan surat–surat berharga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHPidana yang diduga dilakukan oleh Terdakwa Deni Gunarja dan Terdakwa Purnama.

Eva Pengacara Sentul City lainnya menerangkan , bahwa Sentul City menghargai dan menyerahkan proses hukum yang sedang berjalan. Proses hukum membuktikan dan memutuskan benar dugaan tindak pidana di atas. “Ini kemenangan juga atas orang-orang yang tertipu oleh aksi-aksi penipuan oleh mafia tanah. Kami harap para mafia tanah menjadi jera,” pungkasnya. (Wie)

 

Be Sociable, Share!

Related For Sidang Sengketa Tanah Berakhir Putusan Empat Tahun Penjara