Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ibnu Multazam Ajak Masyarakat Jauhi Radikalisme

Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ibnu Multazam Ajak Masyarakat Jauhi Radikalisme

62
BERBAGI

PONOROGO – Anggota MPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dapil Jatim VII, Drs. H. Ibnu Multazam menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang- Undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Graha Gus Dur Kantor DPC PKB Kabupaten Ponorogo, Jatim beberapa hari yang lalu

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dibuka secara langsung oleh Anggota MPR RI, Drs. H. Ibnu Multazam ini diikuti oleh pengurus dan ratusan perempuan PKB se-Kabupaten Ponorogo.

Anggota MPR RI, Drs. H. Ibnu Multazam dalam menyampaikan materi sosialisasi menjelaskan bahwa dalam mengamalkan empat pilar kebangsaan berarti harus mampu menjaga kerukunan hidup di daerah ini demi mewujudkan bangsa yang maju dan sejahtera.

Lebih lanjut dia pun berpesan agar seluruh kader PKB tetap menjaga dan mewujudkan visi dan misi PKB yakni mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana di tuangkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. “Yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur secara lahir dan batin, material dan spritual,” jelas Drs. H. Ibnu Multazam.

Masih menurutnya, kader PKB diminta mewujudkan tatanan politik yang demokratis, terbuka, bersih dan berakhlkul karimah. “Kalau seluruh kader tetap berjuang mewujudkan visi dan misi PKB kita semua bisa hidup rukun dan sejahtera,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Drs. H. Ibnu Multazam juga merasa prihatin dengan banyaknya peristiwa bom yang terjadi di Jawa Timur beberapa waktu lalu. “Seperti aksi bom bunuh diri 3 gereja di Surabaya, ledakan bom di Rusun Wonocolo, penyerangan terhadap markas Mapolrestabes Surabaya serta penangkapan terhadapan 74 orang yang diduga terlibat jaringan terorisme,” imbuhnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Ponorogo ini juga mengatakan Radikalisme, fanatik militan, kelompok yang ingin mendirikan negara islam dan teroris merupakan ancaman bagi Pancasila dan kebhinnekaan Indonesia.

“Untuk itu saya mengajak semua elemen masyarakat, tokoh dan ulama untuk terlibat meluruskan informasi dan ajakan yang mengajak pada kebencian terhadap kelompok lain, menolak isu etnis, kristenisasi, inteloransi, pengkafiran terhadap kelompok lain serta ideologi kekerasan,” tegasnya.

Acara juga dihadiri oleh Sekretaris DPC PKB Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno. (Muh Nurcholis)