Pernyataan Oknum PWI Aceh Bertolak Belakang dengan Kebijakan Komisi Informasi Publik Pusat Dan Mabes Polri

Monday, May 29th 2017. | Nasional

Jakarta –  Ketua PWI Aceh pada sebuah media lokal menyatakan bahwa hanya wartawan yang memiliki kompetensi yang dapat melakukan peliputan di berbagai instansi dan lembaga di negeri ini. Terkait hal tersebut, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA memberikan tanggapan dan himbauannya seperti tertuang dalam release singkat yang dikirimkan kepada redaksi sebagai berikut: 1. Sebagai sebuah himbauan, pernyataan PWI Aceh itu cukup penting dan relevan. Namun, apa kriteria wartawan kompeten yang digunakan oleh yang bersangkutan ?

ketua umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA . Alumni PPRA angkatan 48 Lemhannas Republik Indonesia Tahun 2012

2. Bagi kalangan wartawan internasional, yang menjadi rujukan para pewarta PPWI dan umumnya wartawan di luar PWI, wartawan yang kompeten adalah setiap orang yang mampu menghasilkan berita, artikel, atau karya jurnalistik lainnya (audio-visual) yang memenuhi syarat menuju tercapainya tujuan jurnalistik, sesuai definisi yang dikeluarkan oleh the Committee of Concern Journalistic – CCJ.  3. Tujuan jurnalistik adalah: Untuk menyajikan informasi selengkap-lengkapnya tentang sesuatu hal kepada pembaca, pendengar, pemirsa, agar mereka mampu mengambil kesimpulan dan membuat keputusan terbaik bagi diri mereka sendiri (Committee of Concern Journalistic – CCJ).

Bagaimana mungkin bisa menghasilkan karya jurnalistik yang sesuai dengan tujuan jurnalistik itu jika para pihak terkait menolak wartawan dengan beragam alasan?? 4. Pernyataan oknum PWI Aceh ini bertolak belakang dengan kebijakan Komisi Informasi Publik (KIP) Pusat dan Mabes Polri yang menegaskan bahwa setiap pimpinan instansi/lembaga tidak dibenarkan menolak untuk melayani wartawan. 5. Kawan-kawan PWI di Aceh, juga di seluruh Indonesia, perlu merubah pola pikir, dari hanya sekedar sebagai pekerja jurnalisme dengan mengejar berita, menjadi pendidik dan pengajar jurnalistik kepada warga kebanyakan.

Jauh lebih terhormat bagi PWI sebagai senior atau “kakak kelas” untuk berbagi ilmu jurnalistik kepada para junior, dibandingkan dengan hanya menyimpan banyak ilmunya untuk diri sendiri sambil mengeluarkan statement “hanya saya yang kompeten, hanya saya boleh meliput, dan seterusnya” Penulis adalah, juga merupakan seorang Trainer Jurnalistik bagi ribuan anggota TNI, POLRI, mahasiswa, guru, wartawan dan berbagai kalangan. (Tim)

Be Sociable, Share!

Related For Pernyataan Oknum PWI Aceh Bertolak Belakang dengan Kebijakan Komisi Informasi Publik Pusat Dan Mabes Polri