Ribuan Wartawan Se-Indonesia Hadiri MUBES Pers

Ribuan Wartawan Se-Indonesia Hadiri MUBES Pers

96
BERBAGI

BERITA JAKARTA — Guna menghadapi kriminalisasi terhadap pers, yang belakangan ini terbelenggu. Ribuan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia menggelar acara Musyawarah Besar (MUBES) Pers Indonesia, yang berlangsung di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa (18/12) siang.

Dalam Mubes, sekaligus silaturahmi antar insan pers se-Indonesia itu, juga akan menunjuk satu dari ribuan jurnalis yang hadir untuk diusung menjadi kandidat Ketua Dewan Pers.

Sekretaris Mubes, Heintje Grontson Mandagie dalam keterangannya kepada awak media online dilokasi Mubes Pers Indonesia mengatakan, wadah ini dibentuk guna kepentingan bersama dalam menghadapi kriminalisasi yang belakangan terbelenggu.

“Adapun wadah ini terbentuk berasal dari 9 organisasi yang menaungi ribuan insan pers se-Indonesia,” katanya.

Dikatakan, dengan terbentuknya wadah ini, akan mampu menyatukan persepsi seluruh insan pers di tanah air.
“Untuk membentuk Dewan Pers Independen, demi mewujudkan profesionalisme dan independensi Pers indonesia sesuai amanat UU Nomor 40 tahun 1999,” tutur Heintje.

Heintje menambahkan, acara Mubes Pers indonesia ini, jelas menciptakan sejarah pers dalam satu kesatuan NKRI di Negeri ini, dari berbagai suku dan perusahaan media yang berkumpul jadi satu di TMII Jakarta.

Sementara Wilson Lalengke selaku Pengawas Mubes Pers Indonesia mengatakan, ” Acara ini sekaligus penyaringan yang diusungkan menjadi ketua Dewan Pers tahun 2018-2023.”

Sempat terjadi sedikit insiden dimana Eggi Sudjana datang dan dalam kata sambutannya ada mengatakan Tahun 2019 Ganti Presiden, sontak wartawan pada protes dan meneriaki Eggi Sudjana agar turun mimbar dan akhirnya Eggi Sudjana dilarang untuk meneruskan kata sambutannya.

Sejatinya semua wartawan dan tamu yang hadir pada MUBES Pers Indonesia adalah independen dan ini sudah disepakati sejak awal acara MUBES ini akan diadakan.

Sekber MUBES Pers Indonesia menegaskan,” Pihak Panitia tidak menyangka dan menyayangkan ucapan dari Eggy, yang prontal, membuat para peserta marah, dan berjanji akan lebih berhati hati lagi, karena kegiatan ini bukan unsur politik, dan semua kegiatan Mubes atas ijin dari Presiden”.

Padahal Eggi Sudjana sebagai sang ahli Hukum yang sudah S-3 tersebut, tidak mengerti tentang arti hakiki sesungguhnya pers sebenarnya.

Dimana sejatinya Pers harus berimbang dan tidak berpihak, bilapun saat ini ada media-media besar terindikasi tidak mengindahkan arti pers yang sesungguhnya itu, hal itu bukanlah sebuah suatu hal yang bisa dibenarkan dan menjadi Panutan.(Rahim)