KPU Kota bima ,Menetapkan Paslon Rebut Kursi EA, 1

KPU Kota bima ,Menetapkan Paslon Rebut Kursi EA, 1

88
BERBAGI

KOTA BIMA — Berbagai tahapan, proses dan regulasi sebagai syarat proses Pilkada Kota Bima periode 2018-2023, kini dilalui oleh tiga Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Bima. Yakni pasangan HM. Lutfi, SE-Feri Sofiyan, SH (Lutfi-Feri), H. A.Rahman H. Abidin, SE-Hj. Ferra Amelia, SE, MM (MANUFER) masing masing jalur parpol, dan Subahan HM. Nur, SH-Wahyudin (SW) dari jalur independen.

Pasangan Lutfi-Feri yang diusung oleh 9 Parpol (koalisi kerakyatan) dan didukung oleh Parpol Idaman, sedangkan pasangan MANUFER diusung oleh tiga Parpol (PDIP, Demokrat dan PKS), serta didukung oleh PPP versi Djan Farizd. Menariknya, pertanyaan publik tentang lolos atau sebaliknya pasangan SW ke pesta demokrasi paling spektakuler tersebut (Pilkada), akhirnya terjawab. Maksudnya, KPUD Kota Bima dibawah pimpinan Bukhari, S.Sos menyatakan pasangan SW lolos ke Pilkada bersama pasangan Lutfi-Feri dan MANUFER pada rapat pleno, Senin (12/2/2018).
Sebab, dalam catatan media massa di Bima menjelaskan, pasangan SW ini harus berhadapan dengan beberapa kali perbaikan syarat dukungan dari KPUD Kota Bima. Sementara pasangan dari Jalur Independen (La Tafi-Drs. H. Usman AK), dinyatakan gugur oleh KPUD Kota Bima melalui rapat pleno dimaksud. Nasib pasangan La Tafi-Usman ini adalah sama dengan H. Sudirman, SPd-Syafiudin, SH yang lebih dulu gigi jari oleh KPUD setempat karena syarat dukungan tidak terpenuhi sehingga tidakm dapat bagian merebut kursi EA. 1 Kota bima.

Singkatnya, setelah ditetapkan secara resmi oleh KPUD Kota Bima, maka ketiga Paslon tersebut juga siap berlaga di “ruang pertarungan paling sengit” guna mewujudkan ekspektasi (harapan) sekaligus mimpi menjadi Walikota-Wakil Walikota Bima melalui pesta rakyat (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. hasil rapat Pleno resmi KPUD Kota Bima,-

Salah satu moment yang paling ditunggu oleh publik khususnya di Kota Bima, akhirnya kini terwujud. Yakni pada Senin (12/2/2018), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bima, menetapkan Paslon Walikota-Wakil Walikota setempat untuk periode 2018-2023 yang telah dinyatakan telah memenuhi syarat sebagaimana ketentuan yang berlaku. Hal tersebut, diumumkan saat rapat pleno penetapan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota yang digelar di aula kantor KPUD, Senin (12/02/2018). Tiga Paslon tersebut, dinyatakan lolos menjadi peserta Pilkada oleh KPUD setempat. Sementara pasangan La Tafi-Usman AK, resmi dinyatakan gigit jari oleh KPUD Kota Bima.

Liputan langsung sejumlah awak media baik cetak, televisi maupun Online melaporkan, rapat pleno tersebut dihadiri oleh para Ketua Parpol Pengusung-Pendukung pada tigas Paslon, Masing-Masing Ketua Tim Sukses (Timses) Paslon, Panwaslu Kota Bima, pihak FKPD Kota Bima (Pemkot Bima, Kejari Bima, PN Raba-Bima, Polres Bima Kota dan Kodim 1608 Bima). Pada moment itu pula, hadir Wakapolda NTB dengan tujuan memantau secara langsung hasil pelno KPUD Kota bima

Sementara di halaman KPUD maupun di luarnya (jalan raya), ratusan aparat Kepolisian yang juga melibatkan Sat Brimob Pelopor Den A Bima dan pihak TNI yang dilengkapi dengan senjata, terlihat melakukan penjagaan ketat terhadap pelaksanaan pleno penetapan Paslon ini. Dan situasi keamanan terkait pelaksanaan pleno ini, pun terlihat aman, lancar dan sukses.

Masih dalam liputan langsung sejumlah awak media, pada moment dimaksud, Ketua KPU Kota Bima, Bukhari S.Sos menyatakan, hanya tiga Paslon yang lolos sebagai peserta Pilkada. Dan penetapan yang bersifat tetap tersebut, diakuinya telah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Setelah melewati sejumlah tahapan dan proses sesuai mekanisme yang berlaku, pasangan Lutfi-Feri, MANUFER dan SW lolos sebagai Calon Walikota-Wakil Walikota Bima periode 2018-2023. Sementara pasangan La Tafi-Usman AK, dinyatakan gugur karena gagal memenuhi syarat dukungan,” tegas Bukhari.

Dari tiga Paslon tersebut, Lutfi-Feri diusung oleh 9 Partai. Yakni, PKB, Hanura, Gerindra Nasdem, PBB, PKPI, PAN, Golkar dan PPP dan didukung oleh Partai Idaman. Sementara pasangan MANUFER, diusung oleh tiga Parpol. Yakni, PDIP, Demokrat, PKS dan didukung oleh PPP versi Djan Faridz. Sedang pasangan SW, maju sebagai peserta Pilkada melalui perseorangan (Independen).

Pada hari yang bersamaan (12/1/2018), di DPRD Kota Bima melaksanakan kegiatan penting. Yakni menggelar rapat resmi pengunduran diri Feri Sofiyan, SH baik sebagai Ketua maupun anggota DPRD Kota Bima. Politisi dua periode ini, juga duta PAN ini, mundur dari kursi Legislatif karena alasan maju sebagai Calon Wakil Walikota Bima periode 2018-2023 berpasangan HM. Lutfi, SE.
menjelaskan, 12 tahun Feri berkiprah di gedung Dewan, jabatannya dimulai dari anggota, Wakil Ketua hingga ke Ketua Dewan. Oleh karenanya, kemajuan pembangunan Kota Bima dan masyarakatnya di berbagai aspek, tak lepas torehan manis Feri bersama anggota Dewan lainnya bersama pihak Eksekutif (Pemkot Bima). Atas prestasi termanis yang ditorehkannya selama belasan tahun di gedung Dewan tersebut, memicu lahirnya rasa bangga, haru, ucapan terimakasih dan bahkan sedih yang mewarnai moment mundurnya Tokoh Politik sekaligus Ketua DPD 2 PAN Kota Bima ini.

“Ya, saya sudah resmi mundur dari gedung Dewan. Selanjutnya fokus ke Pilkada, oleh karena itu mari bersama berikhtiar keras dan berdoa untuk mewujudkan mimpi sekaligus harapan kita semua (memenangkan Pilkada). Kita semua sangat percaya dan yakin, di hati seluruh warga Kota Bima sudah memiliki siapa Paslon yang akan dicintai sekaligus dipilihnya. Ikhtiar dan doa sudah, sedang dan akan terus berjalan bersama masyarakat Kota Bima. Sementara bagaimana hasil akhir yang dicapai dari pesta Pilkada, itu ada di tangan Allah SWT. Sebab, Allah tahu siapa yang dikehendakiNya dan siapa pula yang belum dikehndakiNya,” tutur Feri Sofiyan, SH.

Secara terpisah, Walikota melalui Plt Kabag Humas setempat, Syahrial Nuryadi, SIP, MM juga menyatakan hal yang sama. Pada kegiatan pleno tersebut jelasnya, dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Bima, Bukhari S.Sos dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 30 orang.

Pria yang akrab disapa Riyan ini menjelaskan, berdasarkan laporan dari pihak KPUD Kota Bima, Rapat Pleno dimulai Pukul pada 09.40 Wita yang diawali dengan penyampaian oleh Ketua KPU Kota Bima sekaligus menejlaskan bahwa sesuai dengan agenda KPU Pusat bahwa pada tanggal 12 Februari 2018 merupakan jadwal pengumuman Paslon Pilkada seluruh Indonesia di Kantor KPU masing pada masing daerah. Selain itu, pihak KPU Kota Bima sudah menerima dokumen perbaikan yang diserahkan oleh masing masing Paslon dan telah dilakukan penelitian sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Riyan menguraikan, berdasarkan hasil dari penelitian dokumen persyaratan pencalonan tersebut dihasilkan beberapa point. Pertama, bahwa pasangan SW sudah lengkap dan memenuhi syarat pencalonan sebagai Calon Perseorangan dan jumlah dukungan akhir 10.875. Kedua, bahwa hasil penelitian terhadap dokumen pasangan MANUFER sudah memenuhi syarat pencalonan. Ketiga, bahwa hasil penelitian terhadap dokumen pasangan Lutfi-Feri sudah memenuhi syarat pencalonan. Keempat, bahwa hasil penelitian terhadap dokumen Paslon La Tafi-Usman AK tidak memenuhi syarat karena tidak memenuhi syarat dukungan sebagaimana ketentua yang berlaku.

Oleh karenanya, Riyan berharap agar pelaksanaan Pilkada Kota Bima periode 2018-2023 dapat berjalan sesuai harapan bersama, dan seluruh elemen masyarakat dapat menjaga stabilitas daerah. Sebab, masalah keamanan dan kenyamanan daerah di musim Pilkada, bukan saja menjadi tugas dan tanggungjawab pihak TNI-Polri justru masyarakat kota bima sebagai pelaku demokrasi memiliki tanggung jawab yang sama ucapnya, ( Anwar )