Panitia Penerimaan SIswa Baru Di SMP Negeri 11 Kota Jambi Lakukan Pungutan

Panitia Penerimaan SIswa Baru Di SMP Negeri 11 Kota Jambi Lakukan Pungutan

129
BERBAGI

Kota Jambi – Sekolah gratis bagi masyarakat tidak mampu nampaknya hanya mimpi.hal ini nampak jelas pada sistim penerimaan siswa baru yang mewajib kan pembayaran sejumlah uang bagi siswa yang tidak terjaring pada sistim online,padahal nem mereka yang tidak terjaring lebih tinggi dibanding kan dengan mereka yang terjaring disistim online.bagi yang tidak lulus tes penerimaan murid baru,bisa masuk ke sekolah tersebut dengan membayar sejumlah uang yang telah ditetapkan oleh panitia penerimaan siswa baru, seperti yang dilakukan oleh panitia penerimaan siswa baru di SMP N 11 Kota Jambi.

20160718_110435-1

Edirwan kadir selaku ketua panitia penerimaan siswa baru secara terang terangan meminta uang kepada orang tua murid yang ingin memasukan anak mereka di sekolah tersebut.“kalau mau masuk ke sekolah SMPN 11 ini harus siap semua nya termasuk dananya,untuk masuk di smp ini harus ada dana 3juta, itu belum termasuk uang pakaian dan lain lain,”cetus pak edirwan kadir dengan nada sombong

Ketua Panitia PSB SMP N 11 Kota Bima Edirwan Kadir
Ketua Panitia PSB SMP N 11 Kota Bima Edirwan Kadir

Ketika tim barak news melakukan konfirmasi ke pak edi sebagai ketua panitia, jawabnya ringan saja.”Silahkan anda mau lapor ke mana aja ke Pak Wali kota sekali pun tidak masalah,”tantangnya kepada Wartawan Baraknews.com

Bayang kan saja jika anda tidak punya uang untuk menyuap panitia,tentu anak anda terancam tidak bisa melanjut kan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.mungkin saja hal ini disebabkan kurangnya pengawasan dari pemerintah kota, yang terkesan membiar kan hal tersebut terjadi.

Nampak tidak rasa bersalah diwajah beliau,harapan masyarakat ke pada pemkot jambi, agar menindak lanjuti masalah ini, karena jika dibiarkan tentu akan banyak anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,terkesan jika sekolah hanya untuk orang yang mampu.jika tidak mampu hanya bisa pasrah,sekali lagi kami memohon kepada pemerintah untuk menindak lanjuti masalah ini secara serius,kasihan anak kami pak,dak mampu nak neruskan sekolah kalau macam ini caro nyo,’ujar salah seorang wali murid tidak mau disebutkan namanya.(M.Mansyur)