oleh

Waktu Tak Berbatas

-Artikel-24 views

Oleh: H. Azkar Badri

Caleg DPR RI Partai Bulan Bintang Dapil Jabar 3. Kota Bogor dan Cianjur.

Bismillahirrahmanirrahim.

Sesungguhnya waktu tak berbatas. Waktu kemarin dengan hari ini sama. Waktu hari ini sama dengan waktu hari esok. Durasi waktunya tetap, 24 jam juga dalam sehari. Hanya kitalah yang membatasinya, tahun 2023 habis, masuk tahun 2024. Begitulah perguliran waktu, dari masa ke masa. Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, Bulan berganti Bulan. Tanpa terasa tahunpun berganti.

Untung juga kita bisa mensekatkan, memberi namanya dari mulai detik, menit, jam, hari, Minggu, bulan, tahun dan abad. Dengan ada penamaan sekat waktu ini, agar kita bisa mengevaluasi diri. Dalam peribadatan kita kepada Sang Khalik, ada 5 waktu sholat wajib saban hari. Perminggupun, Ahad, ada Jum’atan, ada puasa Ramadhan.

Allah dalam Al-Qur’an mengingat tentang waktu. Surat Al ‘Asr sangat keras, demi waktu/ masa manusia selalu dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran.

Nabi juga tidak kalah kerasnya dalam hal manajemen waktu. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Itulah orang yang beruntung. Begitu pula sebaliknya, jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Orang itu masuk klasifikasi orang yang rugi. Lebih buruk lagi, jika hari ini lebih jelek dari hari kemarin. Masuk kepada tataran orang yang terkena azab. Auzdubillah minzdalik.

Waktu tidak pernah menunggu kita lebih baik. Mau kita baik atau tidak baik perguliran waktu tetap berlalu secara mekanistis. Mahfudhot mengatakan, alwaktu kassyaif. Waktu dianalogikan dengan sebuah mata pedang. Bila tidak bisa memanage waktu, dia akan tergilas dimakan waktu. Mati dimakan waktu. Selalu dalam ketidakberdayaan. Orang primitif, zaman dulu selalu berserah dengan alam, termasuk dengan waktu. Orang maju, dengan akal pikiran sudah pasti sebaliknya. Waktu selalu dalam pengaturannya. Al-Qur’an selalu menyebutkan, tentang keutamaan akal pikiran yang dianugerahkan Allah SWT. Misalnya, Apakah kamu tidak berpikir.

Nabi pernah menangis sampai sembab matanya. Dia memikirkan, bagaimana hambanya dalam mengingat Allah setelah dia tidak ada. Apakah bisa?.

Mengingat Allah tidak terbatas mengucapkan dzikir, subhanallah, Alhamdulillah, Allah Akbar dan lainnya. Tetapi menghadirkan diri kita dengan kemauan Allah SWT, ibadah vertikal kuat, setiap hari terus meningkat. Juga ibadah horizontal atau ibadah sosial kuat. Dari hari ke hari meningkat, dari waktu ke waktu meningkat.

Sebentar lagi kita memasuki perguliran waktu tahun yang kita namakan tahun 2024. Mari kita berdo’a beritikad untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita kepada Sang Khalik. Waktu tidak pernah menunggu kita untuk berbuat lebih baik. Mari kita merubah sikap kita lebih baik tingkat ibadah kita. Biar kita tidak terkalahkan oleh waktu. 5/5 (1)

Nilai Kualitas Konten