oleh

Buku Catatan di Balik Toga Merah sebenarnya memiliki cerita yg lebih mengharukan dibandingkan cerpen yg ada di dalamnya

Awal tahun 2020 salah seorang Hakim Yustisial MA, yaitu Bapak M. Noor meninggal ketika sedang bertugas, beliau memiliki 2 orang anak yang pertama sedang kuliah dan yang kedua masih SMA. Istri beliau hanya seorang ibu rumah tangga. Saat dibuka rekeningnya ternyata saldonya kosong. Kebetulan waktu itu saya sedang menyusun biografi Hatta Ali the Untold Stories sehingga saya berjanji jika buku itu diterbitkan saya akan jual dan hasil penjualannya akan saya gunakan untuk membantu biaya pendidikan anak Pak M. Noor, namun karena berbagai hal akhirnya batal, tapi saya tetap berkeras untuk bisa membantu anak-anak Pak M. Noor dan akhirnya saya teringat bahwa saya punya kumpulan cerpen yg saat itu masih berserakan di mana mana. Saya coba kumpulkan satu persatu dan saya himpun menjadi sebuah buku. Saat akan diterbitkan muncul masalah lain, dari mana uang untuk mencetaknya? Alhmaduliah saat itu ada seorang hakim agung yg mau membantu biaya percetakan dan akhirnya buku tersebut bisa dicetak sebanyak 2000eks.

Ajaib ternyata dalam waktu sekejap buku tersebut habis terjual dan tanpa diduga sebelumnya, yang awalnya saya hanya berniat membantu anaknya Pak M. Noor ternyata sampai dengan saat ini sudah ada 29 anak yatim dari para hakim yg meninggal telah mendapatkan bantuan pendidikan dari buku tersebut dan jumlah uang yang di donasikan sampai dengan saat ini sudah lebih dari 100 juta.

Bagi saya itu sebuah keajaiban karena tidak pernah terbayankan saya bisa mengumpulkan uang sebanyak itu untuk membantu anak-anak yatim.

Saat ini salah satu cerita dalam buku tersebut dijadikan sebuah film oleh Mahkamah Agung dalam rangka memperingati HUT MA yang ke-76. Ini merupakan berkah sekaligus kebanggaan bagi saya karena buku tersebut akan terus menebarkan manfaat bagi orang banyak.

Semoga buku Catatan di Balik Toga Merah itu bisa terus memberikan manfaat kebaikan bagi banyak orang. Aamiin.

News Feed