oleh

Simulasi Penanganan Covud 19 Dan Pembagian APD DIadakan Oleh KCD Mengandeng BNPBD Dan DInkes Kab.Dompu

Berita kab.DOMPU -Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten Dompu, untuk menangani covid 19, namun sampai hari ini masih pasang surut bahkan yang terpuruk seluruh pulau sumbawa dan untuk wilayah Kabupaten Dompu, Kabupaten, Bima, Kota Bima, memang sebelumnya Kabupaten Dompu sendiri zona orange, tapi untuk beberapa bulan terakhir zona merah, bahkan sampai hari ini pulau sumbawa khususnya masih zona merah, maupun pada umum Nusa Tenggara Barat,

maka dalam hal ini untuk diketahui bersama kata kepala cabang dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi- NTB. Cabang Dompu Gunawan, M.PD tujuan kami mengundang seluruh perwakilan dari masing-masing SMA, SMKN,SLB,dan SWASTA Se-kabupaten Dompu,

dengan perwakilan satu guru satu siswa untuk melakukan sosialisasi penanganan Covid 19 dan pembagian APD (Alat Pelindung Diri). Agar semua pihak tetap waspada terhadap covid 19 yang hingga saat ini belum juga berakhir masanya, kita tidak tau siapa-siapa yang terpapar covid 19, nah tugas kita adalah tetap waspada dan mengantisipasi, menjaga keluarga, orang-orang dekat kita, dengan cara mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, sebab kalau sudah terpapar Covid 19, nanti tidak ada jalan lain hanya isolasi diri. Katanya,dalam sambutan di gedung SKB Kabupaten Dompu, sabtu (23/01/21).

Sekretaris satgas gugus covid 19 selaku kepala dinas BNPBD  kab Dompu  Maman menyatakan bahwa apapun kegiatan kita hari ini semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk terhindar dari Covid 19 sebenarnya yang berhak menyampaikan ini adalah bp. Bupati Dompu sebagai ketua Covid 19 kabupaten Dompu, namun karena beliau berhalangan hadir, maka saya mewakilinya, dan saat ini lagi tren Covid 19 khusus kabupaten Dompu kenapa disebut sebagai zona merah, karena ada 500 kasus Covid 19, 35 orang telah diisolasi di wisma pijar, diwisma sanggilo, diwisma Nanga Kara, sebagiannya di Rumah Sakit Pratama Manggelewa, kemudian 6 orang dokter terpapar covid 19. Berdasarkan rasio 4% 20 orang meninggal dunia. Karena orang yang terpapar Covid itu memiliki gejala kejang-kejang, mengigil, panas tinggi dan ada juga yang tidak mengalami gejala, tapi mengalami sesak napas.

Pertanyaan selanjutnya adalah bolehkah kita mengadakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar ) disekolah, jawabannya ya boleh akan tetapi yang diperbolehkan itu, hanya siswa untuk satuan tingkat pendidikan di SD hanya kelas VI dan untuk SMP kelas IX kemudian untuk tingkat satuan pendidikan SMA sederajat hanya kelas XII saja yang diperbolehkan untuk belajar tatap muka,

karena mereka nanti yang akan menghadapi AN ( Asessmen Nasional ) sekitar bulan september atau oktober yang lainnya belajar daring, dirumahnya masing-masing kemudian, untuk bp/ib guru, Kepala Sekolah dan siswa, ada tiga hal yang harus kita perhatikan, pertama Komitmen kedua Konsisten, ketiga Kontinyu,’ungkapnya.

Lalu kemudian acara ditutup dengan penyerahan APD( Alat Pelindung Diri) penyerahan secara simbolis oleh, dr. JEFRI Pelaksana Tugas (PLT) dinas kesehatan kabupaten Dompu, untuk tingkat SMKN, kemudian ditingkat SMA diserahkan oleh bp. Maman dan untuk tingkat SLB diserahkan langsung oleh bp. Gunawan, M.PD. (Qoiril)

News Feed