oleh

Implementasi Program Kapolda Banten, Ngaji Bareng Kapolres Cilegon dan Santuni Anak Yatim

 

Berita MaPolres Cilegon – Guna meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Allah SWT, Polres Cilegon Polda Banten melaksanakan ngaji bareng Kapolres dan 40 orang santri dan anak-anak yatim. Kegiatan pengajian ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan program dari Bapak Kapolda Banten dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada santri dan anak yatim di Aula Polres Cilegon. Kamis, (11/02/21).

Tampak hadir pada kegiatan Ngaji bareng tersebut Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono SIk SH, Para PJU Polres Cilegon, Perwira Polres Cilegon Personil dan ASN Polres Cilegon, Ustad Hayani Kel. Warnasari Kec.Citangkil, Ustad Atep Kebondalem Kec.Purwakarta, Ustad Taufik serta Anak-anak Yatim dari Yayasan Baitul Marhamah Ketileng Kecamatan Cilegon.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono SIk SH dalam sambutannya mengatakan, alhamdulillah pertemuan kali ini dapat terselenggara dengan baik sesuai dengan Program Bapak Kapolda Banten. Silaturahmi ini sengaja diselenggarakan dengan jumlah sedikit karena kita harus mematuhi Protokol kesehatan pada situasi di tengah pandemi Covid-19.

“Tujuan pengajian dan doa bersama ini adalah untuk meningkatkan iman dan takwa dimana sebenarnya agenda rutin anggota Polres Cilegon setiap minggu tepatnya setiap hari Kamis selalu melaksanakan kegiatan yasinan dibarengi dengan tauziah,” ujarnya.

“Mari kita berdoa bersama guna mendoakan seluruh anggota Polres Cilegon supaya mendapat kesehatan dan keselamatan sehingga di tengah pandemi Covid-19 ini dapat melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.” tutur Sigit.

Lanjut Kapolres Cilegon AKBP Sigit, dengan doa bersama ini kami berharap situasi di Kota Cilegon ini senantiasa aman, nyaman dan kondusif. Dan juga dapat memperbaiki keimanan dan ketaqwaan para anggota Polres Cilegon.

Sementara itu Ustd Hayani menyampaikan dalam tausiyahnya, syukur adalah kalimat yang praktis namun susah untuk dilaksanakan, banyak sekali nikmat yang tak terlihat, maka sebagai hamba Allah kita wajib bersyukur dengan mengucapkan “Alhamdulillah”.

“Kita memperbaiki Iman sesuatu yang susah karena sifatnya abstrak. Saya tertarik dengan program bapak Kapolri dimana anggota Polri dianjurkan untuk mempelajari Kitab kuning. Disebut Kitab Kuning karena pada umumnya dicetak diatas kertas berwarna kuning. Kitab-kitab tersebut umumnya tidak diberi harakat atau syakal sehingga tidak jarang disebut juga sebagai kitab gundul,” ujar Hayani.

“Terkait wabah ada di dalam hadis disebut thaun. Menurut Ibnu Qayyim, tindakan Nabi melarang umatnya masuk ke lokasi wabah adalah bentuk pencegahan yang memang dianjurkan oleh Allah, yakni mencegah diri kita untuk tidak masuk ke lokasi dan lingkungan yang membawa derita.” tutur Ustad Hayani.

Rasulullah pernah bersabda: “Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah terhadap sebagian kalangan bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu.” (HR Bukhari-Muslim)

Lanjut Ustad Hayani, “orang yang sakit dengan yang sehat jangan dicampur, maka sudah jelas yang sakit harus sadar diri untuk tidak menyatu dengan yang sehat. Sementara itu, melarang keluar dari lokasi wabah, mendorong jiwa manusia untuk percaya kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, serta tabah dan ridha menghadapi takdirnya.” tandas Hayani.

“Guna mempertebal keimanan butuh kajian rutin, mari kita bersama-sama mengaji Al Qur’an, karena membaca Al Qur’an saja sudah dinilai ibadah.” tegas Ustad Hayani.

“Kami juga mendukung Polri dalam menerapkan protokol kesehatan serta bersedia memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya.

News Feed