oleh

197 Siswa Pengiriman Polda Papua dan Polda Papua Barat Resmi Dilantik Di SPN Polda Banten

Berita Polda Banten – Sebanyak 399 siswa dilantik oleh Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Ery Nursatari menjadi Bintara Polri di SPN Mandalawangi Polda Banten.

Dari 399 siswa yang dilantik terdapat 50 siswa pengiriman Polda Papua dan 147 siswa pengiriman Polda Papua Barat.

Bripda Gabriel Armando Kambuaya menjadi salah satu siswa pengiriman Polda Papua Barat yang mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri di SPN Mandalawangi Polda Banten dan dilantik pada hari ini, Rabu (22/12)

Saat ditemui usai pelantikan, Gabriel Armando mengaku sangat terharu dan senang bisa lulus menjadi Bintara Polisi. “Saya sangat terharu dan senang bisa lulus menjadi Polisi, ini adalah cita-cita saya sejak kecil,” ujar Gabriel.

Menurutnya, keberhasilan yang ia capai atas doa dan dukungan kedua orang tuanya. “Semua ini berkat doa dan dukungan dari orang tua sehingga saya bisa mengikuti pendidikan dengan baik dan lancar. Serta atas bimbingan dari para instruktur, pembina dan para tenaga pendidik di SPN Mandalawangi, saya mengucapkan terimakasih atas ilmu yang diberikan kepada saya,” imbuhnya.

Gabriel Armando merupakan anak pertama dari lima bersaudara, Ia merupakan anak dari pasangan Marten Luther Kambuaya dan Elsye Agaki yang merupakan guru di SDN 2 Kota Sorong.

Di tempat yang sama, orang tua Gabriel Armando, Marten Luther Kambuaya mengatakan sangat bangga dan senang anak sulungnya bisa lulus menjadi Bintara Polri. “Saya sangat bersyukur sekali, karena atas izin Tuhan anak saya sudah sah menjadi anggota Polri. Saya sebagai orang tua sangat bangga karena selama lima bulan ini anak saya dididik dengan sangat baik di SPN Polda Banten ini. Saya juga berterima kasih kepada pengasuh dan personel SPN Polda Banten karena selama ini sudah mendidik anak saya dengan luar biasa sehingga bisa menjadi Bintara Polri. Kami bangga anak kami dididik di SPN Polda Banten,” ucapnya.

Orang tua Gabriel Armando mengungkapkan rela melakukan perjalanan selama empat jam menggunakan transportasi udara dari Kota Sorong demi menghadiri pelantikan anaknya. “Untuk tiba disini kami menempuh perjalanan yang sangat panjang, kami tinggal di Kota Sorong dan harus transit terlebih dahulu di Kota Makassar sebelum tiba di Jakarta, tetapi itu tidak membuat halangan untuk kita tetap hadir secara langsung diacara pelantikan anak kami,” tutupnya. (Bidhumas)

News Feed