oleh

Kabid Humas Polda Banten Ikuti Diskusi Virtual Tentang Isu Sentral Jelang Nataru Bersama Mabes Polri

Berita Bidhumas Polda Banten , Serang- Bidhumas Polda Banten mengikuti diskusi tentang isu sentral jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2020 melalui aplikasi Zoom Meeting di Ruang Kerja Kabid Humas Polda Banten pada Senin (06/12).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dan dihadiri melalui Zoom Meeting oleh Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga didampingi Kasubbid Penmas AKBP Meryadi, Kasubbid Multimedia drg. Hasan Abdul Azis, dan Kasubbid PID Kompol Sahata.

Dalam kegiatan tersebut Kadiv Humas Polri menyampaikan tentang pemataan isu straregis yang sedang berkembang saat ini.

“Dampak isu strategis yang tidak dikelola dengan baik oleh Humas kepolisian akan menimbulkan kerugian besar bagi Polri, tidak hanya menurunnya citra namun juga delegitimasi peran Polri dimasyarakat,” ujar Dedi Prasetyo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menyampaikan arahan dari Kadiv Humas Polri terkait langkah-langkah startegis untuk mengkonsolidasikan para awak media di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, merilis setiap perkembangan penanganan sekaligus mengklarifikasi setiap keluhan dan saran, melakukan pemantauan akun influencer yang kontra terhadap Polri, membuat konten positif dan melakukan amplifikasi, dan menggunakan diksi komunikasi publik.

Shinto Silitonga menambahkan tentang Ilmu Profiling adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang 4 sasaran yaitu orang, benda, kegiatan dan tempat.

“Semakin besar komponen informasi yang di dapat dan di eksplor maka kita akan semakin menguasai informasi  suatu peristiwa,” jelas Shinto Silitonga.

Diakhir, Kabid Humas Polda Banten menyampaikan arti penting dari Sense of Crisis merupakan rasa kepekaan terhadap suatu kejadian dengan cara mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan temukan fakta-fakta yang terjadi.

“Aktifkan Sense of Crisis dengan menemukan fakta-fakta dilapangan lalu mendengarkan kemudian publikasi di media sosial maupun media online dengan cermat menentukan diksi yang tepat berdasarkan fakta,” tandasnya. (Bidhumas)

News Feed