oleh

Muscab IDI Ciamis Hasilkan dr Budi Ahmad Rasas

Berita Ciamis (Jawa Barat) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah salah satu organisasi profesi yang memiliki juklak juknis AD/ART yang harus dilakukan dalam melaksanakan Musyawarah Cabang baik di tingkat daerah Kabupaten/kota dimana untuk mempertanggungjawabkan LKPJ selama tiga tahun tentang apa yang telah dilakukan.

Hal tersebut dikatakan Ketua IDI Periode 2016 – 2020 dr. H. Aceng Solahudin ketika Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Ciamis di Aula RSUD Ciamis, Sabtu (22/02/2020).

Lebih lanjut Aceng mengatakan bahwa sebuah organisasi profesi harus memiliki manfaat baik bagi pribadinya sendiri maupun bagi orang lain dan menjadi mitra bagi pemerintah daerah juga sebagai sumber aspiratif bagi pemerintah daerah.

“Sebuah organisasi akan berjalan dengan baik apabila memiliki pemimpin yang loyal yaitu dapat mewakafkan dirinya bagi organisasi,:tambahnya. 

Menurut laporan yang disampaikannya bahwa Muscab yang dilaksanakan ini berfungsi untuk: Menilai pertanggung jawaban pengurus IDI periode 2016- 2020, Menyusun program kerja IDI cabang Ciamis periode 2020 – 2023, Menetapkan nama-nama kandidat ketua IDI dan MKEK cabang Ciamis masa bakti 2020 – 2023, Memilih ketua IDI masa bakti 2020 – 2023 serta menetapkan keputusan lainnya yang dipandang perlu.

“Disamping memilih Ketua IDI Masa Bakti 2020 -2023 juga menyusun program kerja IDI cabang Ciamis kedepannya”, jelasnya.

Muscab yang diikuti oleh 80 orang peserta, merupakan muscab untuk menentukan Ketua IDI Cabang Ciamis masa bakti 2020-2023.

Aceng menyampaikan harapan agar pemilihan ketua yang baru ini semoga dapat memberikan dampak positif serta dapat meneruskan perjuangan IDI dalam memberikan kinerja yang lebih baik lagi bagi masyarakat.

Sementara Ketua Terpilih dr Budi Ahmad Rasas mengatakan, kita harus bersama-sama membangun Ikatan ini, sebab IDI bukanlah kekuasaan.

dr.Budi mengatakan, Ikatan Dokter Indonesia harus menjadi ujung tombak kesehatan bagi masyarakat Ciamis.

“Kita harus lebih meningkatkan ilmu berdasarkan teknologi serta IDI harus menjadi ujung tombak kesehatan bagi masyarakat kabupaten Ciamis”katanya.

dr.Budi juga menambahkan, bagaimana IDI kedepan mampu mendorong dokter-dokter Kabupaten Ciamis lebih meningkatkan derajat kesehatan, dengan meningkatkan kualitas keilmuannya, komunikasi dan kerja sama yang baik.

“Bagaimana IDI mampu mendorong dokter-dokter lebih meningkatkan derajat kesehatan, melalui kualitas keilmuannya, komunikasi dan kerja sama yang baik, memang harus ada perbaikan-perbaikan dan hal-hal yang menjadi motivasi serta dokter-dokter Ciamis,”tambah Budi sekaligus mengakhiri. (Riz)

Komentar

News Feed