oleh

Bupati Muratara Sidak terkait keluhan masyarakat tentang akses jalan rusak parah

Berita Kab.MURATARA– Mendengar banyaknya keluhan dan laporan masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan, yang mengeluhkan jalan poros antar kecamatan yang baru dibangun telah mengalami rusak parah. Bupati H. Devi suhartoni Melakukan inpeksi mendadak (sidak) yang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU-BM) Muratara, Amrulah, staf dan intansi terkait lainya. Rabu 3/3/20221.

Sidak tersebut, berlangsung di Jalan Poros antar dua kecamatan di wilayah kabupaten Muratara yang berlokasi di desa lubuk rumbai kecamatan muara Rupit menuju Kecamatan Karang Dapo.

Kondisi tersebut, Bupati Muratara H. Devi Suhartoni melakukan sidak dan menegur secara langsung kepala Dinas PU-BM, pegawai negeri yang terlibat dalam pengawasan pengerjaan pembangunan jalan tersebut tidak menjaga kualitas jalan.

“Jalan ini baru dibangun sekitar bulan 9 2019 lalu pada bulan 3 tahun 2020 jalan ini telah rusak. Belum juga 1 tahun telah rusak. Ini merugikan masyarakat dan citra Muratara terkait pembangunan yang ada,” sampai ia.

Bahkan dirinya kitakan, setiap jalan yang ada di wilayah Kabupaten Muratara, tidak semuanya harus riget beton. “Jadi jangan sampai terkesan melakukan pembangunan asal jadi dan mengerjar keuntungan yang besar. Karna ini sangat merugikan masyarakat babyak,” tegasnya sambil menambahakan, jika tidak mampuh sebagai Kadis silakan mengundurkan diri.

“Jika tidak mampuh, silakan mengundurkan diri. Saya tidak mau ada lagi pembangunan seperti ini, kualitas pembangunan yang lebih diutamakan,” kata ia.

Menanggapi hal tersebut, HDS menyampaikan akan kembali memperbaiki jalan tersebut demi kepentingan masyarakat banyak dan dengan kualitas bagus. “Karna jalan ini satu-satunya akses bagi masyarakat Rupit hingga masyarakat Karang Dapo, nibung dan rawas ilir beraktivitas mengangkut hasil bumi,” kata ia.

Disisi yang berbeda warga setempat, Ruslan Efendi mengatakan bahwah pembangunan jalan tersebut hampir tidak memberikan azaz manfaat dengan anggaran puluhan miliyar.

“Bagai mana warga tidak mengeluh, baru dibangun justru memberikan kesulitan bagi warga, mulai menimbulkan debu dimusim kemarau hingga penuh genangan air akibat berlobang,” katanya

Dilanjutkanya, bahwa selama ini warga mengharapkan pembangunan aspal hotmix bukan jalan riget beton, dibangun putus-putus dan telah rusak. “Sebentar lagi bisa jadi besi behel lantai jalan keluar dan membahayakan bagi pengendara,”

Berkaitan hal tersebut, warga mengharapkan kepada pemimpin baru, H. Devi Suhartoni-H.Innayatullah dalam melaksanakan pembangunan insfarstruktur umum lebih mengutamakan kualitas. “Agar dapat memberikan azaz manfaat banyak bagi masyarakat dan bertahan lama. Seperti pembangunan jalan di depan kantor Camat Rupit, dibangun dengan kualitas bagus sudah lebih 3 tahun tetap bagus. Itujuga riget beton dan langsung dilapis aspal hotmix’ Ungkapnya.

Jurnalis David

News Feed