oleh

Kapolres Muratara, mengirimkan bantuan logistik ketanah kelahirannya, yang tekena bencana banjir

Berita POLRES MURATARA– Kapolres Musi Rawas Utara (muratara) provinsi Sumatera Selatan, AKBP Eko Sumaryanto mengirimkan logistik dan sejumlah bantuan lainnya ke Desa Purwosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah.

Bantuanitu dikirimkan untuk masyarakat desa Purwosari yang merupakan tanah tempat kelahiran AKBP Eko Sumaryanto (Kapolres muratara), yang saat ini tengah mengalami bencana banjir.

Bantuansecara langsung diserahkan, ketua Bhayangkari Muratara Ny Endang Eko, ke Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah melalui Polres Demak.

Ribuanrumah terendam di wilayah Purwosari, Demak akibat meningkatnya intensitas hujan dalam berapa minggu terakhir. Tak luput juga, bencana itu menimpa keluarga dan sanak famili, Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto.

Secara pribadi maupun lembaga, Kapolres menyatakan turut berduka atas bencana alam itu. “Istri dan anak saya semuanya masih di Jawa Tengah, sekarang lagi ada bencana, tidak bisa keluar di kepung banjir,” kata Kapolres Muratara singkat, Kamis 11/2/2021.

Pihaknya mengaku, sudah secara langsung memberikan instruksi ke ketua Bhayangkari Muratara Ny Endang Eko, agar menjadi fasilitator memberikan bantuan logistik dan dapur umum dari Polres Muratara, untuk masyarakat di Sayung, Demak.

“Polres Muratara dan bhayangkari Muratara, memberikan bantuan korban banjir di kabupaten Demak jawa tengah. Disalurkan melalui Polres Demak. Bantuan berupa logistik dan sembako,” ucapnya.

AKBPEko Sumaryanto membenarkan, jika Desa Purwosari, Demak merupakan tempat kelahirannya. Dia berharap dengan adanya bantuan logistik dan sembako dari Polres Muratara, setidaknya bisa membantu masyarakat disana yang tengah kesulitan.

“Insya Allah bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terkena musibah banjir di wilayah Demak,” tuturnya. Informasi dihimpun, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sejak Sabtu (6/2) lalu, hingga kini belum surut.

Ribuanrumah warga masih terendam banjir, begitu juga dengan jalan jalan desa. Paling parah banjir melanda wilayah Kecamatan Sayung.

Ribuanmasyarakat terpaksa mendiami pos pos pengungsian. di posko pengungsian di dapati ratusan kepala keluarga yang mengungsi. Di antara para pengungsi di dapati ibu hamil, balita dan manula.

Jurnalis: David

News Feed