oleh

Kuker kepala BKKBN RI dalam rangka rakor penguatan bangga kencana dan pendataan keluarga tahun 2021

Berita Kab.MURATARA– Rapat koordinasi penguatan program bangga keluarga dan pendataan keluarga tahun 2021 kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan, dilaksanakan di ruangan rapat paripurna DPRD Kabupaten Muratara, Rabu 24/03/2021.

Mahendra kepala BKKBN RI,
Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. dalam sambutannya menjelaskan, peran keluarga kependudukan dan keluarga berencana di Muratara ini termasuk yang angka-angkanya sungguh luar biasa tapi kalau saya dengarkan total fertility rate artinya rata-rata perempuan atau ibu-ibu di Muratara ini melahirkan disebutkan oleh pak wabup 2,1 ini adalah sama dengan target nasional tahun 2024 sudah dicapai di sini luar biasa.

“kita di nasional baru akan mencapai 2,1 tahun 2024 tapi di Muratara hari ini sudah tercapai 2,1 ini bisa dicontoh” katanya.

Dan yang kedua tadi disebutkan oleh pak wabup Muratara H. Innayatullah bahwa mereka yang sebetulnya itu tidak ingin punya anak tetapi tidak rkb angka 7% sedikit sekali dan yang tidak terlayani sedikit sekali oleh karena itu kami terima kasih kepada segenap pemerintah daerah dan jajarannya, Saya ucap kan Terima kasih sekali kepada para bidan para dokter para provider sering katakan bidan bukan segala-galanya tapi BKKBN tanpa bidan bukan apa-apa sayang itu ini sambil merayu bidan memang betul sekalian tanpa kader tanpa BPKB tanpa plkb tanpa sub ppkbd dan sub ppkbd tanpa bidan itu berat sekali pelayanan di masyarakat karena mereka ini betul-betul harus bekerja profesional biasa dan penuh dengan perjuangan oleh karena itu sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh jajaran dan juga para provider para penyuluh dan pendamping keluarga di Muratara ini bapak wakil bupati dan bapak ibu hadirin yang saya hormati BKKBN punya pc-21 pertumbuhan penduduk seimbang dua keluarga berkualitas ini visinya BKKBN 2 itu dan melalui fisik warga berkualitas.

sampaikan pada belio insyaallah BKKBN akan mendampingi keluarga-keluarga yang hamil bu bidan PKK kader bersama-sama untuk mendampingi Ibu yang hamil kalau di Muratara ini penduduknya rp190.000 maka secara umum setiap 1000 yang hamil 16 setiap 1000 yang hamil 16 jadi kalau penduduknya rp100.000 kira-kira yang hampir 1600 ya kalau yang penduduknya rp1.190 juga saya ngambil 2000 lebih sedikit oleh karena itu mendampingi 2000 itu insya Allah tidak berat mendampingi 2000 hamil saya tidak tahu jumlah bidan yang ada di Muratara tapi saya yakin bidan sekarang lulusannya banyak sehingga nanti hujan tidak dan ahli gizi Shakira kita bersama-sama mendampingi orang yang hamil orang yang mau hamil dan juga mereka yang stanting untuk kemudian kita dampingi dalam keluarga bapak wakil bupati dan bapak ibu hadirin yang saya hormati ternyata peristiwa terjadinya stanting itu begini Jadi samping adalah pendek tetapi disertai dengan kemampuan kecerdasan yaitu di bawah rata-rata kemudian kalau besok dia tua usianya 5.45 keatas mudah kena penyakit hipertensi stroke tekanan darah tinggi atau dikenal dengan penyakit kardiovaskuler juga mudah kena penyakit gangguan metabolik yang dikenal dengan metabolic disorder atau contohnya kencing manis cirinya orangnya pendek aku punya daya tangkapnya kecerdasannya di bawah rata-rata kemudian orang ini besoknya mudah kena penyakit ini langsung oleh karenanya marilah kita bersama-sama mencegah jangan sampai bayi bayi itu lahir kondisi cantik ini bu bidan sudah sangat hafal ketika lahir itu diukur panjangnya ada 48 senti gak

“ya Jadi nanti buku PKK itu kalau gerakan kader-kader coba kalau melahirkan panjangnya 48 cm beratnya 2 kilo setengah atau tidak kalau beratnya kurang dari dua setengah panjangnya kurang dari 48 cm mereka dibakar untuk terjadinya samping oleh karena itu menyusui menjadi penting” jelasnya.

Ia juga menambahkan, ASI eksklusif menjadi sangat penting dan inilah yang perlu kita perhatikan.
” ternyata ibu rumah tangga dan baru saja menikah sekitar 43% datanya” tutupnya singkat.

Jurnalis David

News Feed