oleh

Sudila Ndraha: “Meminta kepastian hukum kepada pihak polres Nias terkait Penganiaya’an terhadap dirinya

Berita Gunungsitoli (Sumut)– kasus penganiyaan Sudila Ndrah yang Terjadi pada dirinyapada tanggal 03 Februari 2021 di Dusun III desa Sihare’ó II Tabaloho kecamatan Gunungsitoli kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara.

Sudila Ndraha pun langsung melaporkan di polres nias Rabu tgl 3 February 2021 Dengan  nomor  LP : 26/ II / 2021/ N.S
Nama :Sudila ndraha
Umur :54 tahun
Pekerjaan: petani
ALAMAT: Dusun lll desa sihare’o ll Tabaloho
Kec. gunungsitoli kota Gunungsitoli.

Dia nya telah melaporkan bahwa peristiwa Perkara” Secara bersama-sama melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain atau penganiayaan”

Yang diduga telah dilakukan, 1. AN laki-laki umur(35 tahun) Kristen,petani ALAMAT: Dusun lll desa sihare’o ll Tabaloho Kec. gunungsitoli kota Gunungsitoli.

2. RA perumpua umur sekitar (25 tahun) Kristen, petani,ALAMAT: Dusun lll desa sihare’o ll Tabaloho
Kec. gunungsitoli kota Gunungsitoli.

Sudila ndraha menuturkan kepada awak media agar kasus penganiaya’an yang terjadi pada dirinya sampai saat ini belum ada kepastian hukum, Ampir dua bulan laporan ini masih tidak ada kepastian hukum dan keadilan terhadap.

Lanjut susila” saya sebagai korban penganiaya’an mengharapkan kepada pihak penyidik agar bisa menuntaskan masalah ini dan bisa ditetapkan sebagai tersangka pihak yang diduga pelaku AN bersama dengan TB ( Istri pelaku ).

Ada pun kronologis kejadian tersebut berawal dari anak suami istri AN dan istrinya TB diduga mencuri 4 butir telur milik korban yang berada disamping rumahnya,  korban menegur anak pelaku penganiayaan tersebut agar telur yang dicurinya supaya bisa dikembalikan pada tempatnya.

Lanjut…, AN bersama istrinya ngamuk dan marah-marah langsung menghampiri pihak korban Sudila Ndraha alias Ina Herna di depan warung Ina Jefi.

Selanjutnya di duga TB memeluk dirinya dari belakang sehingga pada saat itu AN langsung melakukan pemukulan brutal secara bertubi-tubi ke bagian wajah Sudila Ndraha,sehingga mengakibatkan luka di telinga kiri dan mengeluarkan banyak darah dimana setelah berobat di RS Bethesda Gunungsitoli ditemani oleh  Rosihati Zebua alias Ina Ima pada saat itu dan bersama Sarotona Ndraha alias A.Ari Ndraha,,terdapat 4 (empat) jahitan luka dan telah dilakukan Visum atas tindak penganiayaan tersebut.

Tidak senang atas kekerasan fisik yang dialaminya, Sudila Ndraha seterusnya dia melaporkan kejadian tersebut kepada pihak penegak hukum di kantor Polres Nias.

Terkait masalah tersebut,sangat meminta perhatian pihak penegak hukum dalam hal ini oleh Penyidik Polres Nias supaya segera menahan dan menetapkan sebagai tersangka sebagaimana hukuman yang berlaku atas perbuatannya terhadap diri saya melakukan penganiayaan kekerasan fisik secara bersama-sama sesuai dengan pasal 351 KUHP Pidana ayat 1 dengan bunyi :Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak denda empat ribu lima ratus rupiah.

Keluarga korban meminta Perhatian dan atensi kepada pihak Polres Nias supaya masalah ini bisa tertuntaskan secara hukum yang seadil-adilnya.( Af lase)

News Feed