PANGANDARAN — Citra Pitriyami menegaskan pentingnya pendidikan karakter dan ketahanan pangan sejak usia dini melalui kegiatan penanaman jagung serentak yang digelar Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini dipusatkan di SMPN 2 Parigi dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala sekolah, serta pengawas pendidikan se-Kabupaten Pangandaran.
Dalam sambutannya, Citra Pitriyami menyampaikan bahwa program tersebut bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan sarana pembentukan karakter bagi peserta didik.
> “Kegiatan ini bukan hanya menanam jagung, tetapi menanam nilai. Anak-anak belajar tentang kesabaran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab. Proses menanam hingga panen adalah pembelajaran karakter yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
> “Kalau dulu banyak anak bercita-cita menjadi petani, sekarang sangat jarang. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini ada anak-anak kita yang kelak menjadi petani sukses,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh, menjelaskan bahwa program ini melibatkan sekitar 138 ribu peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di 786 sekolah se-Kabupaten Pangandaran.
“Prosesnya bukan hanya menanam, tetapi mulai dari pemilihan lahan, pemilihan benih, perawatan, hingga panen raya nanti akan menjadi bagian dari pembelajaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, usai panen raya para siswa juga akan mendapatkan edukasi pengelolaan keuangan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami pertanian, tetapi juga memiliki kemampuan dasar dalam mengelola hasil usaha secara mandiri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan perangkat daerah, di antaranya Asda II Setda Pangandaran, Kepala Dinas Pertanian, Wakapolres, Dandim, serta para camat dan pengawas pendidikan se-Kabupaten Pangandaran.
Program ini diharapkan berjalan berkelanjutan dan menjadi model pembelajaran berbasis praktik yang mampu membentuk karakter peserta didik sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
(Upi)







