oleh

Masyarakat Jangan Mau di Bodoh-bodohi

Berita Pilkada Kab.MURATARA– Paslon No3 H Syarif-Hidayat, minta masyarakat kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan, jangan mau di bodoh bodohi, dengan janji kampanye yang belum bisa di buktikan. Hal itu dilontarkan secara langsung, Kamis (12/11/2020) kampaye dialogis di Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

H Syarif Hidayat mengungkapkan, saat ini banyak janji janji kampanye yang dilontarkan sejumlah pihak. Dia meminta warga jika ada yang mengatakan mampu menaikkan gaji guru gaji Rp1,5 juta, gaji TKS Rp1,5 juta, Bantuan siswa SD,SMP Rp500 ribu/bulan dan warga lansia Rp500/bulan, semua itu bohong.

Masyarakat diminta jangan mau di bodoh-bodohi dengan janji yang tidak jelas. “Karena kita hanya mampu menaikkan sampai Rp1 juta/bulan untuk TKS,” tegasnya.

H Syarif mengaku, tidak pernah melarang warga mencari sumber penghidupan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Kondisi itu untuk menjawab tudingan, Bupati Muratara meminta pihak kepolisian menangkapi warga yang menebang kayu.

“fitnah itu tidak benar, saya selalu ingin masyarakat itu sejahtrah, aman dan lainnya. Banyak program yang bakal kita laksanakan, kita tetap melanjutkan program yang telah di laksanakan dan beberapa program baru untuk pemberdayaan masyarakat,” bebernya.

ketua DPRD Muratara Efriyansah dari partai Gerindra pengusung paslon No3 (H Syarif-Surian), saat memberikan sambutan dan melakukan orasi politik.

Dia mengungkapkan, saat ini banyak fitnah yang mengatakan H Syarif Hidayat meminta pihak keamanan menangkapi warga yang menebang kayu di Muratara dan tidak mendukung program keagamaan.

Menurutnya isu itu tidak benar dan hanya dilontarkan oknum untuk menjatuhkan nama H Syarif Hidayat. “Bupati menginginkan masyarakat itu sejahterah, aman dan nyaman, bukan menakut nakuti masyarakat. Isu yang dilontarkan itu semua bohong dan tidak ada kejadian seperti itu, bahkan H Syarif Hidayat itu di dukung 45 ulama di Muratara,” tegasnya.

Dia mengatakan jika ada pihak besan atau Paslon lain yang menjanjikan program dan bantuan, seperti bantuan pelajar SD, SMP Rp500 ribu/bulan, guru ngaji Rp1,5 juta perbulan dan menaikan gaji TKS Rp1,5 juta, bantuan lansia Rp500 ribu/ bulan. Agar masyarakat tidak menanggapi secara langsung. Karena semua janji itu tidak bisa di pertanggung jawabkan.

“Saya yang paling tahu isi anggaran Kabupaten Muratara, masyarakat jangan mau di bodoh bodohi dengan janji tidak terbukti. Semua program itu bohong, karena kita tidak mungkin memberikan bantuan diluar kemampuan daerah kita sendiri,” ucapnya.

Efriyansah meminta masyarakat Noman Raya, tetap realistis dan mendukung program yang sudah dilaksanakan. Bahkan banyak program pembangunan yang telah dilaksanakan di desa Noman, batu Gajah dan Tanjung Beringin.

“Saya minta 99 persen suara masyarakat Noman, batu gajah, Tanjung Beringin melanjutkan program pembangunan yang telah dilaksanakan. Dengan cara mencoblos nomor 3 H Syarif-Surian, karena semua program sudah dilaksanakan dan tinggal melanjutkan,” timpalnya.

Dia mengaku, jika seluruh dana APBD digelontorkan untuk bantuan. Tentunya Pemerintah Daerah tidak bakal bisa melaksanakan pembangunan. “Kalau ada yang kasih sembako ambil, kalau ada yang kasih uang ambil, kalau ada yang kasih kain ambil, tapi tetap coblos no 3. Karena apa, karena programnya jelas dan sudah berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Noman Baru, Budi mengungkapkan. Selaku kader Gerindra wajib mendukung Partai Gerindra, dia menyampaikan pesan secara langsung H Edy Prabowo. Dia harus mengusung dan memenangkan Paslon yang diusung Partai Gerindra di Muratara yakni Paslon No3 H Syarif-Surian.

“Kalu ado pisang nangko, jangan meli pisang lilin, kalau ado nomor tigo jangan pilih nomor yang lain. Orang baru berjanji, orang baru mengiming ngimingi dengan program yang belum dibuktikan. Ketua DPRD kita sudah meberitahu soal itu, karena dia paling tahu soal anggaran di Muratara,” tegasnya.

Jurnalis: David

News Feed