oleh

Personil TP3KC Tetap Laksanakan Operasi Yustisi di Wilayah Hukum Polsek Purwaharja Polres Banjar Walau Situasi Hujan

Berita MaPolres Banjar Polda Jabar – Pemerintah Daerah melalui Satpol PP dibackup oleh jajaran TNI dan Polri, menggelar Operasi Yustisi penegakan Protokol kesehatan 2020 terkait upaya pencegahan dan penyebaran virus covid-19.

Pelaksanaan Operasi ini diawali dengan penggelaran apel bersama jajaran TNI dan Polri, personil dan Satpol PP, yang dilaksanakan di Rest Area Banjar Atas, dipimpin langsung Kapolsek Purwaharja IPTU Moch. Taufik Mauludiana S.Ip,. Selasa (06/10/2020)

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny, S.I.K.,M.H. melalui Kapolsek Purwaharja IPTU Moch. Taufik Mauludiana S.IP. mengatakan Operasi ini dilakukan sebagai upaya untuk menegakan  protokol kesehatan mencegah  penyebaran virus covid-19.

“Virus Covid 19 ini menjadi persoalan Nasional, di Banjar pun pasien terkonfirmasi positif masih bertambah, kita berupaya bersama-sama dengan TNI dan pemerintah daerah terus menekan  angka penyebaran Virus Covid 19 dengan terus melaksanakan operasi yustisi ,” ujar IPTU Moch. Taufik Mauludiana S.IP.

“Hari ini secara nasional, Satuan tugas Pusat memerintahkan seluruh jajaran untuk melaksanakan penegakan hukum terkait Peraturan Daerah yang ada untuk mencegah covid, yaitu wajib menaati 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” yang sudah menjadi trendyng dan merupakan program pemerintah pusat.

Personil TNI dan Polri yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi sejumlah 20 orang sifatnya membackup Satpol PP yang merupakan garda terdepan dalam penegakan Perda.

“Kita laksanakan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan 2020 ini untuk mengingatkan masyarakat, jangan membuat masyarakat merasa takut, resah dan khawatir. Buatlah Operasi Yustisi yang simpatik dan Humanis,”

Dalam Operasi ini petugas akan memberlakukan sanksi bagi para pelanggar atau warga yang kedapatan tidak memakai masker.“Sanksinya ada macam-macam, ada yang bersifat administrasi berupa denda sesuai Peraturan Daerah, ada yang sifatnya pendekatan sosial seperti teguran atau sanksi fisik kerja di tempat sosial”.(humas/jepri)

News Feed