Kejamnya dunia, paman dan sepupu tidak bermoral

Baraknews Kab.PANGANDARAN – N (15) korban rudapaksa anak dibawah umur yang dilakukan oleh paman dan sepupu tirinya di Kabupaten Pangandaran, sekarang ini tinggal bersama uwaknya.

Diketahui, N (15) merupakan anak ke 1 dari 2 bersaudara, dari pasangan Ibu yang berinisial N dan Almarhum S.

N juga memiliki adik perempuan yang berinisial J (9) dan masih duduk di kelas 2 SD.

Ayah N telah meninggal dunia pada tahun 2020, dan Ibunya sudah 3 tahun menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Kemudian, N dan J dititipkan kepada pamannya di rumahnya K (52). Dan mereka, tinggal di rumah milik keluarga peninggalan kakek dan neneknya N.

K merupakan, pelaku pertama yang merudapaksa N. K tinggal di rumah tersebut dengan istri dan anak – anaknya.

Salah satu anak tirinya berinisial R (28), sudah berkeluarga dan tinggal bersama dalam satu rumah.

Dan R tersebut merupakan pelaku kedua rudapaksa N.

Kejadian rudapaksa, bermula tengah malam di bulan Agustus Tahun 2021. K masuk ke kamar N yang sedang tidur dengan J.

Tiba-tiba K memeluk N, dan memaksa membuka baju korban hingga terjadinya pemerkosaan.

Dan kejadian serupa, terjadi berulangkali selama beberapa bulan.

Sekitar bulan November, istri K mulai curiga dan mendesak N agar menceritakan apa yang terjadi.

Akhirnya N menceritakan perbuatan K terhadap dirinya. Peristiwa ini kemudian sempat ditutupi.

Anak tiri K, yakni R yang mengetahui kejadian tersebut, malah turut melakukan pemerkosaan terhadap N.

Bulan Januari tahun 2022, J sakit dan perlu perawatan, sehingga J dan N pindah ke rumah uwaknya.

Pada uwaknya, N berani menyampaikan kejadian yang dialaminya, hingga menyebar ke semua keluarga dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.

Polres Ciamis pun bergerak melakukan penyelidikan kasus. Pada tanggal 18 Februari 2022 kedua pelaku, K dan R ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Uwaknya berinisial M (60) menyampaikan, orang tua N dan J hanya tinggal ibunya yang menjadi TKI di Arab Saudi.

“Emanya (Ibu N) masih kerja di Arab dan sudah ada 3 tahun. Dulu waktu emanya di Arab baru 8 bulan, bapaknya meninggal dunia,” katanya, Senin (28/2/2022).

Menurutnya, atas kejadian yang menimpa N, Ibunya juga sudah mengetahuinya.

“Emanya sudah tahu, karena dulu langsung ditelepon. Dan rencana pulang, besok lebaran,” katanya.

M mengungkapkan, setelah kejadian, N dan J tinggal bersama Ia sudah ada 2 bulan.

“Sudah ada 2 bulan, semua tinggal disini (di rumahnya) dan alhamdulilah kondisinya baik-baik saja dan masih sekolah,” ucapnya. (Red) No ratings yet.

Nilai Kualitas Konten