oleh

Pengusaha Kecil Arang Tempurung Kelapa butuh tambahan modal

Baraknews Pangandaran—Arang Batok atau tempurung Kelapa Pangandaran yang memiliki Kualitas ekspor sehingga banyaknya pesanan dari dalam negri maupun mancanegara akan kebutuhan tempurung kelapa.

Kustaman ( 69 ) selaku pengusaha kecil menengah arang Tempurung kelapa, warga Dusun Sanghiang Kalang Desa Batu Karas Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.Jawa Barat mengatakan, bahwa buah kelapa memiliki bagitu banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Selain airnya yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, batok atau tempurungnya ternyata juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

” Batok kelapa atau tempurung kelapa yang merupakan bahan baku briket arang saat ini biasanya kerap kali dibuang begitu saja. Padahal, batok kelapa tersebut bisa dijadikan sebagai bahan baku mentah untuk diolah menjadi arang, yang masih dapat diolah kembali menjadi produk inovatif yang dapat memberikan nilai tambah,” terang Kustaman

Menurut Kustaman, bahwa Briket arang kelapa Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar. Salah satu faktornya adalah kualitas briket kelapa Indonesia yang dinilai terbaik oleh pasar Internasional. Briket arang batok kelapa merupakan bahan bakar alternatif yang kerap digunakan untuk memasak terutama untuk memanggang bahan makanan seperti di Eropa, di negara Timur Tengah digunakan untuk keperluan rokok pipa shisha, sedangkan di Asia seperti di Korea Selatan dan Jepang briket arang kelapa digunakan untuk keperluan memasak di restoran, dikarenakan produk briket arang batok kelapa asal Indonesia dapat menghasilkan panas yang lebih besar dibandingkan dengan briket batu bara ataupun arang dari bahan tanaman bakau.

Selain itu, briket dari arang batok kelapa juga lebih aman, ramah lingkungan, karena tidak merusak tanaman seperti tanaman bakau serta tidak menimbulkan asap. Apalagi, terkait dengan isu pemanasan global yang sangat sensitif. Dengan peluang pasar ekspor yang besar, itu berarti kebutuhan bahan baku batok kelapa pun akan semakin besar.

” Dengan adanya hal tersebut, maka kami selaku pengusaha kecil menengah Arang Tempurung Pangandaran, untuk dijadiakan terobosan dunia usaha arang tempurung sesuai pesanan yang di terima, yang Alhamdulillah kami merintis usaha ini sudah bisa di jadikan sumber lapangan kerja baik untuk pribadi maupun orang lain, meskipun di masa Pandemi Covid 19 usaha arang tempurung yang Kami tekuni tidak ada masalah tetep berjalan seperti biasa, ” ujarnya.

Kustaman seraya menambahkan, saat ini yang menjadi kendala buat kami yaitu untuk meningkatkan produktipitas usaha butuh bantuan permodalan. Perlu diketahui kami kan butuh untuk kepentingan pembelian bahan baku dan produksi, yang memang bahan baku arang yaitu tempurung dari para petani kelapa itu kami harus di bayar Kontan. Semetara setelah tempurung dibeli dari petani untuk di jual lagi perlu waktu untuk di olah dulu yang memang memerlukan waktu seminggu atau dua minggu sesuai jumlah target.

” Alhamdulillah per 1 minggu Omzet kami mencapai 2 ton sapai 3 ton, kadang kalo ada modal per dua minggu mencampai 10 ton arang tempurung kelapa,” ucapnya.

Kostaman mengatakan lagi, memanfaatkan batok kelapa. Briket arang kelapa yang saya tau merupakan satu-satunya pasar dimana lebih tinggi dari supply, yakni banyaknya permintaan yang tidak dapat dipenuhi dikarenakan terbatasnya bahan baku.

” Kami berharap Ke depan, untuk mencegah terjadinya kelangkaan serta menjamin ketersediaan bahan baku akan batok kelapa. Maka kami perlu dilakukan penjualan dalam bentuk produk yang sudah diolah, agar memberikan value yang lebih dan menjaga sustainability sumber daya alam khususnya di Kabupaten Pangandaran untuk jangka panjang. Sekalipun di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia saat ini, semoga tidak menyurutkan semangat kami selaku pengusaha kecil arang tempurung Pangandaran, serta kami berharap arang batok atau tempurung Pangandaran bisa menembus pasar ekspor,” kata Kostaman.( Tim/ upi) No ratings yet.

Nilai Kualitas Konten