oleh

Dinsos Muratara Menjelaskan dan Klarifikasi Terkait Persoalan SAD

Berita Kab.MURATARA – Terkait pemberitaan di media online tentang 7 orang anak SAD sekolah yang tinggi di mondok di mess di Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan, dalam hal ini dinas terkait memberi penjelasan dan klarifikasi tentang persoalan nya.

Kepala Dinas Sosial kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Zainal Arifin memberi penjelasan dan klarifikasi kepada awak media, Selasa 23/11/2021, mengatakan, semenjak terjadinya wabah corona di Indonesia tahun 2020 anak anak SAD yang tingal sekolah mondok di mes seluruhnya kami kembalikan kerumah masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar jarak jauh/ dari rumah ( daring), Setelah itu berkembang selanjutnya belajar dengan istilah genap ganjil,

Maka dari itu, bagi anak yang sekolah formal ada 7 orang kami jemput kembali untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah masing-masing.

“Setelah adanya sistem belajar genap ganjil maka pihak kami menjemput 7 orang SAD yang sekolah formal untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah masing-masing” jelasnya.

Lanjutnya, Sedangkan yang mengikuti kegiatan Paket melakui PKBM untuk sementara belum kami jemput kembali, mereka nanti akan kami upayakan utk mengikuti kegiatan di kecamatan masing-masing.

“memang yang mengikuti kegiatan paket melalui PKBM nasih ada yg tinggal di mes sebanyak 3 orang, mereka yang 3 orang ini telah bisa mandiri dengan ikut kerja di luar , namun selalu kami pantau kegiatan mereka diluar tersebut” ungkapnya.

Kadinsos Muratara, Zainal Arifin juga mengatakan, “Untuk kelengkapan mereka di mess kami siapkan semua seperti alat mandi, Pakaian serta untuk makan minum mereka walau mereka kami minta utk masak sendiri dengan seadanya, ini juga tujuan kami agar mereka kelak selesai pendidikannya nanti mereka mandiri karna rata rata yang ikut pendidikan formal semuanya Pria” pungkasnya.

Jurnalis David

News Feed