oleh

Harga Meroket ,Gas Elpiji 3 KG Kembali Langka Di Kota Lubuklinggau

Berita Kota Lubuklinggau—jumat (19/09/2021) Sudah hampir satu pekan warga kota Lubuklinggau mengeluhkan kelangkaan dan meroketnya harga gas elpiji ukuran 3kg atau dikenal tabung gas melon,

Warga setempat kota Lubuklinggau mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar gas (LPG) tabung ukuran 3 kilogram.

Herlina, warga kelurahan senalang kecamatan Lubuklinggau utara II menyebutkan ” Elpiji 3 kg sekarang ini sulit didapatkan, karena persediaan di pangkalan langka, kalaupun dapat di eceran itupun harga jualnyo sudah mahal sangat tinggi kisaran 35rb sampai 40 ribu rupiah melebihi batas HET yang sudah ditetapkan ” ujar Herlina.

awak media ketika mencoba berusaha untuk mengkonfirmasi berita ke pihak Pertamina sedikit mengalami kesulitan disebabkan harus buat janji terlebih dahulu jika harus ketemu sama pimpinan.

kemudian pihak keamanan Pertamina memberikan no telpon kantor pertamina SBM IV Lubuklinggau Sumsel, dari admin pertamina SBM IV Lubuklinggau awak media diberikan nomor kontak pak Umar Selaku Comrell SBM IV.

saat dihubungin beberapa kali via telpon tidak diangkat, awak media mencoba berkomunikasi via Whas Up, kemudian dibalas dengan memberikan no kontak pak Ujang selaku bawahannya pak Umar dan meminta untuk menghubungi pak ujang

awak media kemudian menghubungi pak ujang, telpon tersambung namun pak ujang meminta agar awak media menuliskan kronologi apa yang hendak di konfirmasi via WA untuk kemudian di minta jawaban kepada ibu tina selaku pjsnya Comrell SBM IV.

tak lama berselang jawaban konfirmasi didapatkan bahwasanya
Pertamina Patra Niaga senantiasa memastikan stok dan penyaluran LPG di Kota Lubuk Linggau dalam kondisi aman.

Untuk produk LPG 3 Kg Bersubsidi, Pertamina Patra Niaga menyalurkan sesuai dengan kuota yang ditetapkan Pemerintah.

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyaluran dan Pendistribusian LPG, bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai Badan Usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG Bersubsidi adalah mulai dari Agen hingga Pangkalan. Artinya, titik terakhir pendistribusian adalah di Pangkalan, bukan di Pengecer.

Pertamina menghimbau agar masyarakat Kota Lubuk Linggau yang berhak menggunakan LPG 3 Kg Bersubsidi yaitu masyarakat miskin dan usaha mikro dapat membeli di Pangkalan Resmi Pertamina sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu sebesar Rp 15.650,-

“Jika ditemukan Agen/ Pangkalan melakukan kecurangan seperti menjual diatas HET, menjual dalam jumlah yang besar, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.” tegas Agustina Mandayati
Pjs.Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel.

Menanggapi pernyataan dari Pjs.area Manager Comunication ,Relation &CSR Sumbagsel IWAN SUTIOSO aktivis Musi Rawas, Lubuklinggau, Muratara (MLM),
Ketua Umum LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT FORUM PENGAWAS KEBIJAKAN dan PELAYANAN PUBLIK (LSM FPKPPM),

“boleh boleh saja pihak pertamina membela diri dengan mengeluarkan pernyataan seperti tersebut diatas tetapikan pada kenyataannya saat ini kita lihat dilapangan bahwa LPG bersubsidi sangat sulit masyarakat dapatkan, kalaupun bisa didapatkan di pengecer itupun harus dengan mengeluarkan biaya yang sangat mahal. jadi ada baiknya pertamina melakukan sidak langsung kelapangan dari pada memberikan statmen hanya dari atas kursi kerjanya, dalam hal ini kita melihat lemahnya pengawasan dan lemahnya sanksi dari pihak pertamina terhadap pangkalan gas LPG yang nakal”. ujarnya

lebih lanjut ia mengharapkan Pihak pertamina untuk tanggap terhadap masalah kelangkahannya gas LPG 3kg dengan turun langsung ke lapangan memastikan kebenaran dari adanya laporan masyarakat tersebut.

sudah menjadi tugasnya pertamina untuk melakukan pengawasannya guna memastikan stok dan pendistibusian gas LPG bersubsidi ukuran 3kg tepat sasaran.

” kita minta pihak pertamina untuk turun langsung melakukan pengawasan supaya stok dan pendistribusian LPG bersubsidi tepat sasaran, hingga masyarakat yang ekonomi menengah kebawah tercukupi kebutuhannya akan bahan bakar gas LPG, jangan sampai masyarakat ekonomi lemah menjerit karena sulit dan mahalnya harga untuk mendapatkan gas LPG “himbaunya.***DEF***

News Feed