oleh

Puluhan Buruh dan APM Sambangi Kantor Pemkab Muratara

Berita Kab.MURATARA – Puluhan pekerja Galian C dan aliansi pemuda Kabupaten Muratara serta pemilik Galian C sambangi kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan, Selasa 23/11/2021.

Kedatangan rombongan tersebut, untuk mengadu kepada Pemkab Muratara, adanya aksi nakal yang dilakukan oleh oknum Polisi diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap pemilik Galian C.

Bahkan tidak tangung tangung oknum polisi tersebut meminta uang sebesar Rp 30 juta dan setiap bulannya kisaran Rp 2 juta rupiah.

Hal itu tentunya menuai penolakan dari pemilik Galian C, sebab jumlahnya sangat besar.

“Disini kami merasa diperas oleh oknum polisi mengatas namakan dari Polres Muratara, karena uang yang diminta itu sangat besar,”ujarnya Ketua Aliansi Pemuda Muratara Hengki Tornando.

Ia mengatakan disini pihaknya merasa geram atas tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut, bahkan mereka itu tidak mau difoto saat menerima uang.

“Bahkan oknum polisi itu secara spontan langsung memintakan uang tersebut, tanpa memperlihatkan surat penugasan dan tidak ingin difoto. Ini jelas jelas pemerasan,”katanya.

Lebih lanjut ia berharap kepada Polres Muratara agar menindaklajuti tindakan oknum anggota tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami meminta kepada Polres Muratara agar menindaklanjuti keluhan dari masyarakat, karena itu merupakan pemerasan terhadap masyarakat,”harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muratara H Inayatullah menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut, karena pekerja Galian C itu bukan untuk mencari kekayaan akan tetapi hanya untuk menyambung hidup.

“Harapan kita kedepan jangan ada lagi kejadian ini, dan kalaupun masyarakat melakukan kesalahan sebaiknya diproses secara hukum,”harapnya.

Wabup Muratara juga mengatakan, bagi pemilik Galian C yang belum memiliki izin sesegeralah untuk membuat izin.

“Jika ada yang belum memiliki izin harus membuat izin,”katanya.

Wabup menambahkan, dengan adanya aktivitas Galian C ini bisa membantu normalisasi sungai, namun aktivitas tambang ada baiknya jangan dilakukan pada waktu pagi dan sore hari.

“Mayoritas masyarakat itu mandi kesungai dan juga mengambil air sungai untuk kebutuhan sehari hari,”ujarnya.

Jurnalis David

News Feed