oleh

Rehab Gedung SDN Remban, Diduga Tidak Sesuai RAB

Berita Kab.MURATARA – Program pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa berpusat pada bantuan pendidikan berupa sarana dan prasarana sekolah, sarana pembangunan juga tak kalah pentingnya, bantuan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) anggaran tahun 2021 yang mestinya didukung dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh pihak kontraktor.

Rehabilitas dan renovasi sarana prasarana pembangunan gedung sekolah dan ruang kelas SDN 3 yang beralamat di dusun II Desa Remban kecamatan Rawas ulu kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan, melalui dana alokasi (DAK) tahun anggaran (TA) 2021, diduga jadi ajang korupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hasil pantauan di lapangan oleh awak Sabtu 02/10/2021, Rehabilitas dan renovasi pembangunan gedung sekolah dan ruang kelas yang saat ini sedang berjalan diduga tidak sesuai RAB,
Seperti halnya yang dikatakan nara sumber warga desa setempat. Ketika dimintai keteranganya oleh awak media mengatakan.
“Memang benar, saya perhatikan Pembangunan gedung sekolah dan rehab ruang kekas SDN tersebut, tidak sesuai RAB” jelasnya.

Ia juga menambahkan, Kalau yang saya lihat seperti sekarang ini sistem cara kerja yang saat ini sedang berjalan syarat dengan penyimpangan, disini sudah jelas dan saya katakan rehabilitas ruang kelas SDN Remban Banyak sekali penyimpangan dan tidak sesui RAB,

Menurutnya Pembangunan rehabilitas dan renovasi sarana prasaran sekolah di 31 lokasi di dua kabupaten yaitu Musi Rawas dan Musi Rawas Utara di provinsi Sumatera Selatan tersebut, menelan anggaran 57 milyar itu, kurang pengawasan baik itu dari pemerintah sendiri maupun instansi terkait. Tutupnya.

Proyek rehabilitasi dan renovasi pembangunan gedung sekolah dan ruang kelas tersebut, yang dikelola oleh penyedia jasa Syarif Maju Karya Rambutan Sakti Perkasa Aso dan PT Arihta Teknik Persada Jo PT Mataram Surya Cipta, tidak mengutamakan kualitas didalam pembangun sarana dan prasarana pendukung pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa tersebut.

Jurnalis David