oleh

Pengadaan Seragam Siswa Baru di Kota Banjar Kurang Terakomodir

Kota Banjar – Proses Pengadaan saragam bagi Peserta Didik Baru di kota Banjar terbilang semrawut . setelah masa penerimaan anak anak didik baru selesai dilaksanakan seperti biasa lembaga pendidikan disibukan dengan berbagai macam program , diantaranya yang selalu tidak robah dari tahun ke tahun pengadaan seragam,dari pengalaman yang sudah setiap tahun lembaga pendidikan mengkolektipkan kebutuhan seragam siswa baru.

Hal inilah yang menjadi ramai di kalangan para orang tua siswa baru,pasalnya biaya perlengkapan seragam ini berpariative,ada yang 360 ribu,650 ribu bahkan ada yang sampai 1 jt,ketidak seragaman inilah yang menjadi pertanyaan para orang siswa baru,

Seperti yang di katakan Ratna (40) warga Jelat kepada Baraknews mengatakan, pengadaan seragam ditiap – tiap lembaga pendidikan sepertinya tidak ada regulasi pihak Dinas Pendidikan, dengan tidak adanya regulasi d├ári Dinas Pendidikan maka tidak terkoordinir sehinggal muncul perbedaan nilai pada nominal untuk pengadaan seragam ditiap tiap lembaga pendidikan,’katanya

Padahal menurutnya untuk mendapatkan persamaan,Dinas Pendidikan Kota Banjar mestinya menghimbau kepada seluruh Lembaga pendidikan untuk pengadaan seragam jangan menjadi beban bagi orang tua siswa,” pungkasnya.

Pengamat pendidikan Pepep Asmara (76) waktu dihubungi di rumahnya di Perumahan BRI Pintu Singa Banjar beliau mengatakan kepada Baraknews,sangat disesalkan pihak Dinas Pendidikan tidak tegas dalam penanganan pengadaan seragam sekolah di tiap tiap lembaga pendidikan, yang paling disesalkan DPRD kurang begitu respon terhadap masalah yang terjadi dimasyaraka,’paparnya

Masih menurut Pepep, pihak DPRD mestinya melakukan tindakan pemanggilan pada tiap-tiap lembaga pendidikan yang tidak respek pada ketentuan pemerintah no 45 tahun 2014 tentang pungutan pendidikan, karena peran DPRD jelas menjadi mandul,”Dalam pengadaan seragamkan ada aturan yang mengikat,’tegasnya

Menurut salah satu orang tua siswa mengutarakan kepada Barak mengatakan pihak sekolah mewajibkan para siswa membayar Rp 1 jt untuk mendapatkan seragam.Praktek pengkolektifan seragam ini berlangsung sistematis dan melibatkan banya orang termasuk pihak ke tiga,dengan praktek sistem ini nyaris tak terlihat klasi hukumnya ujar Pepep.

Salah satu Kepala sekolah dari yayasan Pasundan kepada Barak diruang kerjanya “Program pendidikan itu sama Negeri atau Swasta tentang pungutan kami wajar wajar saja tidak menjadi beban orang tua siswa , untuk seragam hanya Seragam olah raga dan Batik Pasundan karena dua seragam itu tidak ada di toko,”ungkapnya. Pengadaan seragam yang ada di toko kita serahkan pada orang tua siswa aja tandas nya, kami hanya kepada orang tua dicanangkan untuk membeli dua seragam untuk Olah Raga Rp.100 rb dan batik juga Rp 100 rb jadi semuanya 200 ribu,” pungkasnya.
Di posisi yang sangat memprihatinkan Lembaga pendidikan swasta saat ini sangat berunrung ,alhamdulilah kami tahun ini PPDB masih mampu menampung 4 kelas,artinya prospek anak didik lulusan tingkat SLTP kuotanya masih memungkin kan di Banjar ditambah kepercaya an orang tua siswa masih memberi kepeecayaan kepada kami khususnyanya umumnya pada yayasan Pasundan.Tito

Komentar

News Feed