oleh

AKSI UNJUK RASA DARI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) DAN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM) CABANG BIMA KAB. BIMA TANGGAL 31 OKTOBER 2016

Kabupaten Bima – senin tanggal 31 oktober 2016 pukul 09.50 wita bertempat di Paruga Nae Kota Bima telah berkumpul Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima dengan menggunakan satu unit Pick Suzuki APV warna hitam Nopol : DR 9587 SC, jumlah massa sekitar 150 orang, sebagai Koorlap aksi Sdra. IBRAHIM, yang akan melaksanakan aksi unjuk rasa terkait memperingati Momentum Hari Sumpah Pemuda dengan tujuan aksi yaitu Pemkab. Bima dan DPRD Kab. Bima.

 

Pukul 10.30 wita massa aksi dari HMI dan IMM cabang Bima tiba di Kantor Pemkab Bima dan langsung melakukan orasi secara bergantian yang intinya menyampaikan bahwa sampai saat ini Pemerintah Daerah (Kota dan Kab. Bima) dianggap belum membawa dampak yang positif terhadap pembangunan daerah serta masyarakat daerah juga belum merasakan adanya perubahan dari apa yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini. Kemudian dengan memperingati Momentum Hari Sumpah Pemuda, HMI dan IMM Cabang Bima hadir dihadapan Pemerintah untuk mengkritik kinerja pemerintah saat ini agar dapat bekerja lebih optimal.

Kemudian massa aksi membacakan pernyataan yaitu :

Meminta kepada Pemerintah Daerah agar mendesak pemerintah pusat dalam mempercepat pembentukan pemekaran Pulau Sumbawa.

Meminta kepada pemerintah Provinsi NTB untuk memperhatikan pembangunan di Kota dan Kab. Bima.

Meminta kepada DPRD Kota dan Kab. Bima agar mengawal secara serius kinerja eksekutif.

Meminta kepada Bupati dan Walikota Bima agar membangun gedung Training Center dan Islamic Center.

Selanjutnya pukul 11.00 wita Wakil Bupati Bima Drs. H. DAHLAN M. NOR yang didampingi Kepala Kesbangpol Kab. Bima menemui massa aksi dan memberikan tanggapan terkait tuntutan dari massa aksi yang intinya :

Pemerintah Kab. Bima telah melakukan rapat kerja dengan DPRD Kab. Bima yang membahas masalah pembangunan di wilayah Kab. Bima seperti pembuatan jalan lingkar di Kec. Langgudu tembus ke Kec. Sape.

 

asalah pendidikan, Pemerintah Kab. Bima telah merancang proyek untuk pembangunan gedung Sekolah yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pembangunan di daerah Kab. Bima khususnya di bidang pendidikan.

Pemerintah Kab. Bima saat ini telah meneruskan apa yang menjadi program pemerintah pusat yaitu masalah pungli.

Terkait tuntutan massa aksi agar Pemerintah Kab. Bima membangun gedung Training Center dan Islamic Center, bahwa Pemerintah Kab. Bima telah merancang hal tersebut dan saat ini sudah memasuki tahap pembebasan lahan di wilayah Kec. Woha Kab. Bima, yang nantinya diharapkan dapat berdampingan dengan kantor Pemerintah Kab. Bima yang baru.

Kemudian pukul 12.15 wita massa aksi dari HMI dan IMM Cabang Bima tiba di Kantor DPRD Kab. Bima dan langsung melakukan orasi yang intinya menyampaikan menuntut agar pihak DPRD Kab. Bima bekerja sama dengan pemerintah Kab. Bima untuk saling bersinergi terkait pembangunan daerah utamanya Kab. Bima.

 

Pukul 12.30 wita massa aksi mulai memprovokasi teman-temannya dengan cara menggoyangkan gerbang Kantor DPRD Kab. Bima, Selanjutnya Kabag Ops memberikan himbauan kepada massa aksi agar dalam melakukan orasi dapat mengikuti aturan hukum yang berlaku. Sesaat kemudian dari kerumunan massa aksi melakukan pelemparan menggunakan air mineral kemasan kearah petugas Kepolisian yang melakukan pengamanan dan mengenai Kabag Ops Polres Bima Kota.

Pukul 12.35 Wita Wakil Ketua DPRD Kab. Bima Bpk. H. SYAMSUDIN menemui massa aksi untuk memberikan tanggapan terkait tuntutan dari massa aksi, namun massa aksi menolak menerima tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Kab. Bima dan meminta agar Ketua DPRD Kab. Bima dapat menemui massa aksi.

Pukul 12.45 wita massa aksi menerobos ke dalam Kantor DPRD Kab. Bima untuk menemui Ketua DPRD Kab. Bima namun dihalalu oleh personil yang melaksankan pengamanan. Kemudian massa aksi kembali melakukan pelemparan terhadap personil yang melakukan pengamanan dan mengenai AIPDA SUDIANTO Kanit Provos Polsek Rasanae Barat yang mengakibatkan luka robek pada pelipis kanan serta  BRIPKA DWI RULI ANANTO Ps. KANIT 1 Dalmas mengalami luka memar pada wajah kanan dan tangan sebelah kiri pada saat menghalau massa aksi yang melakukan aksi unjuk rasa dengan menembakan gas air mata kearah pengunjuk rasa.

Pukul 13.00 wita massa aksi membubarkan diri. Serangkaian kegiatan unjuk rasa tersebut berakhir dan dilakukan pengamanan oleh personil Polsek Rasanae Barat, Satu Unit Sat Intelkam Polres Bima Kota dan 1 pleton Dalmas yang dipimpin oleh Kabag Ops. Polres Bima Kota KOMPOL ABDUL HAKIM.

hmi-dan-imm-cabang-bima

Pukul 13.20 wita Kapolres Bima Kota menjenguk anggota di RSUD Bima an. AIPDA SUDIANTO Kanit Provos Polsek Rasanae Barat yang mengalami luka robek pada pelipis kanan saat melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa bertempat di Kantor DPRD Kab. Bima.

Selanjutnya pukul 13.50 wita bertempat di Kantor DPRD Kab. Bima, Kapolres Bima Kota melakukan pengecekan dan memberikan pengarahan  terhadap personil Polres Bima Kota setelah pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa.

Adapun barang bukti yang diamankan oleh Sat. Reskrim Polres Bima Kota di Kantor DPRD Kab. Bima pasca terjadinya gesekan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa antara lain :

Satu buah Megaphone.

Satu buah botol minuman jenis kaca.

Dua buah bongkahan batu.

Adapun nama-nama korban dari kelompok HMI dan IMM :

MarzukI, 24 tahun, Desa tangga baru kec. Monta Kab. Bima, mengalami Luka bocor di bagian kepala

Syafrudin, 27 tahun, HMI STISIF, alamat Desa Sondo Kec. Monta Kab. Bima. (akibat terkena gas air mata)

Furkan, 18 tahun, HMI STIH, alamat Penapali Kec. Woha Kab. Bima (akibat terkena gas air mata).

Kamila,  26 tahun, HMI STISIF, alamat Desa Sondo Kec. Monta Kab. Bima (akibat terkena gas air mata).(Abd Rahim : Sumber Preesles Polres Kota )

 

Komentar

News Feed