oleh

Al-Quran Berbahasa Ngapak Belum Di komersilkan

Banyumas – Peluncuran al-Qur’an ke dalam bahasa Banyumasan yang dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada tanggal 3 Desember 2015 lalu, belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh masyarakat penutur bahasa Banyumas secara luas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Supriyanto, salah satu panitia (tim 9) penerjemahan al-Quran ke dalam bahasa Banyumasan.Cetakan pertama yang di lakukan oleh Pustilbang Kemenag Pusat terbatas hanya sebagai sample saja. Sekitar 200 eksemplar al-Quran berbahasa Banyumas sementara ini hanya dapat di nikmati oleh kalangan sendiri dan beberapa lembaga yang sudah memesan.

alquran

Untuk tahun ini, panitia penerjemah al-Quran ke dalam bahsa Banyumas akan melakukan komunikasi dengan Pustilbang agar mendapatkan kewenangan mencetak sendiri al-Quran berbahasa Banyumasan tersebut.“Tahun ini, kita akan komunikasi dengan Puslitbang agar diberi kewenangan untuk mencetak sendiri. Sampai detik ini belum di cetak lagi”, Ujar Supriyanto ketika ditemui di kampus IAIN Purwokerto, Jum’at (1/4/2016) sore.

Panitia penerjemah akan segera melakukan komunikasi dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji yang sudah memberikan sinyal hijau untuk memberi dukungan terkait cetakan kedua. Rencananya, antara bulan Juli dan Agustus akan segera turun alokasi dana untuk melakukan peluncuran kedua al-Quran dalam bahasa Banyumas tersebut.
Untuk pemasaran al-Quran berbahasa Banyumas secara bebas, Supriyanto menyebutkan belum ada rencana untuk itu. Peluncuran kedua pun hanya sebatas di kalangan instansi pemerintahan dan belum bisa dinikmati oleh masyarakat secara luas.

al uraan

“Untuk yang di pasarkan secara bebas, kita juga masih mengkaji hal itu, terkait bagaimana teknisnya, dan bagaimana agar tidak menyalahi aturan dalam memperjualbelikan al-Quran”,tambahnya.
Respon positif yang diberikan oleh masyarakat penutur bahasa Banyumasan terhadap peluncuran terjemahan al-Quran berbahasa Ngapak seharusnya ditanggapi sesegera mungkin, sebelum masyarakat apatis terhadap terobosan baru yang positif tersebut. Masyarakat berharap agar inovasi baru tersebut tidak hanya dinikmati oleh kalangan atas saja, namun masyarakat umum juga dapat memperoleh kemudahan dalam memahami isi dan makna yang terkandung di dalam al-Quran itu sendiri. (Bayu Eriga)

Komentar

News Feed