oleh

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Ponorogo Prihatin Ancaman Longsor Desa Senepo

Ponorogo Baraknews.com – Bencana tanah longsor masih ancaman serius bagi masyarakat di Kota Reyog Ponorogo, Jatim. Dari data yang ada menyebutkan bahwa  tanah longsor Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Sabtu (1/4/2017) silam telah merenggut 28 nyawa warga Banaran dari jumlah itu 4 jenazah sudah diketemukan dan 24 jenazah masih terkubur di lokasi tanah longsor.

Ancaman Longsor juga membuat ratusan warga Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Ponorogo juga mengungsi di beberapa posko pengungsian yang ada di Desa Dayakan, pasalnya ancaman tanah longsor menghantui warga Desa Dayakan. Hingga kini sekitar 73 bangunan, termasuk rumah, mushola, masjid dan sekolah serta Poskesdes juga terancam roboh karena kondisi tanahnya sudah bergerak atau retak.

Sedangkan di Desa Senepo, Kecamatan Slahung juga terjadi tanah gerak dan retak. Menurut Kepala Desa Senepo, Lasmono, hingga  saat ini warga sudah mulai mengungsi kalau malam hari. “Beberapa ruas jalan sudah terkena longsor dan rumah warga juga ada yang retak dan bahkan nyaris roboh,” ucap Lasmono.

Dia juga memaparkan daftar Kepala Keluarga yang terancam longsor di RT 004, RW 002, Dukuh Kowong, Desa Senepo dan sudah mulai mengungsi antara lain Laksmi (65 th), Langkir (67 th), Sutrisno (35 th), Jarno (65 th), Edi Susanto (38 th), Misman (40 th), Boimin (70 th), Suyuti (43 th), Katiman (42 th), Haryono (52 th), Bari (35 th), Bandi (58 th) , Gito (60 th), Sali (70 th), Sugi (34 th) serta Sunaji (45 th). Selain itu beberapa warga Dukuh Genuk juga terancam.

Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ponorogo, Jatim, Widodo mengaku prihatin atas ancaman tanah longsor di Dukuh Kowong dan Genuk, Desa Senepo, Kecamatan Slahung. Hal itu disampaikan oleh Widodo saat meninjau lokasi tanah gerak di wilayah Desa Senepo, Minggu (16/4/2017).

Widodo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Demokrat ini meminta masyarakat harus waspada akan bahaya ancaman tanah longsor. “Tanah di wilayah Desa Senepo ini cukup labil sehingga masyarakat harus lebih waspada lagi agar bisa menghadapi segala kemungkinan,” pinta Widodo.

Politisi Partai besutan SBY yang berangkat dari Dapil Ponorogo 4 (Kecamatan Bungkal, Sambit, Ngrayun dan Slahung) ini menambahkan bahwa bencana alam di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo beberpa waktu lalu harus menjadi pelajaran bersama baik masyarakat atau pemangku kebijakan di Kabupaten Ponorogo. “Bencana alam harus diantisipasi sejak dini sehingga jatuhnya korban bisa diminimalisir,” papar mantan Ketua PISA yaitu Komunitas Vespa Ponorogo ini. (Muh Nurcholis)

Komentar

News Feed