oleh

Bentrok Di Register 45 Mesuji Lampung,Satu Tewas

Barak News.Com Lampung -Kawasan Register 45 Sungaibuaya, Kabupaten Mesuji kembali menelan korban. Kali ini menewaskan satu orang dan tiga menderita luka bacok akibat perebutan lahan di kawasan tersebut, Minggu (27/3/2016).

Korban tewas merupakan warga Pematangpanggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) dan langsung dibawa ke rumah duka. Sedangkan korban luka dilarikan ke klinik di Tulangbawang.

Adapun pemicu keributan dua kelompok yang ada di Simpang D Mesuji tersebut sama seperti kejadian-kejadian sebelumnya yakni perebutan lahan garapan. Awalnya, kelompok dari Pematangpanggang, OKI, berjumlah sekitar 20 orang mendatangi kawasan yang di huni warga dari luar Mesuji, Minggu (27/3/2016), pukul 17.00.

Kawasan Register 45 Mesuji kembali bergolak, dua kelompok masyarakat bentrok dan satu warga tewas, Minggu (27/3/2016).
Kawasan Register 45 Mesuji kembali bergolak, dua kelompok masyarakat bentrok dan satu warga tewas, Minggu (27/3/2016).

Kemudian terjadi cekcok antara dua kelompok. Keributan pun tidak bisa di hindari. Dua kubu akhirnya bentrok. Akibatnya, satu orang dari warga Pematangpanggang tewas di tempat. Sedang dua lainnya luka. Sementara, korban dari pihak Simpang D Mesuji, atas nama Tias, mengalami luka bacok di punggung dan lengan juga dalam kondisi kritis.

Kasat Reskrim Polres Mesuji, AKP.Zainul yang memimpin pengamanan di lokasi mengatakan saat ini situasi sudah dalam kendali polisi. “Kita siagakan anggota. Dengan senjata lengkap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi akibat ekses kejadian ini,” ujarnya.

Mengenai pelaku yang menyebabkan keributan sedang dalam penyelidikan polisi. “Kita pasti tangkap orang yang membuat kericuhan ini,” ujarnya.

Sementara korban tewas dari Pematangpanggang hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitasnya. Begitu juga dua rekannya.

Pantauan Barak News.Com di Lapangan,Simpang D Mesuji, dekat bekas pos keamanan milik PT Silva Inhutani Lampung, lokasi bentrok sudah dipenuhi aparat keamanan dari Polres Mesuji. Selain itu, aparat TNI dari Koramil Mesuji dipimpin Danramil, Mayor Inf. I Ketut Subangga juga berada di lokasi kejadian.

Akibat peristiwa itu juga, radius 300 meter dari lokasi, semua warga yang sebelumnya tinggal di rumah ramai-ramai mengungsi. Puluhan rumah ditinggalkan kosong akibat bentrok tersebut. Alasan para pengungsi karena takut ada bentrok susulan. Karena ada korban yang tewas.(Taufik)

Komentar

News Feed