oleh

BNN Banten Akan Tes Urine Mendadak Anggota DPRD

Barak News.Com.Banten – Tertangkapnya Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Noviandi dan Wakil Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam, saat berpesta narkoba di rumah mantan Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya di Jl Musyawarah, RT 26, Kelurahan Karang Jaya, Gandus, Minggu (13/3), pukul 21.30 WIB, merupakan bentuk tamparan bagi instansi Pemerintah.

Kepala BNN Banten Kombes (Pol) Heru Febrianto mengatakan, pejabat harus berikan suri tauladan yang baik ke masyarakat. Pernyataan sikap masyarakat Banten, Kamis (10/3) lalu semua bersepakat untuk perang terhadap peredaran gelap narkotika.Sebabnya, Banten masih menempati urutan ke 22 dengan jumlah penyalah guna 155,693 orang dari total populasi penduduk 8,945,200 pada tahun 2015.“Jumlah itu berasal dari data prevalensi penyalah guna narkoba per-provinsi hasil penelitian BNN dengan PUSLITKES Universitas Indonesia tahun 2015. Tugas ini memang berat, tapi kita harus konsisten dan komitmen untuk memberantas peredaran narkoba,” pungkasnya pada wartawan di kantor BNN, Selasa (15/3/16).

Kepala BNN Banten Kombes (Pol) Heru Febrianto
                      Kepala BNN Banten Kombes (Pol) Heru Febrianto

Terkait tes urine pada pejabat pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, Heru menegaskan, semuanya sudah menjalani tes, kecuali dilingkungan DPRD provinsi, kabupaten/kota.
Sebab, lembaga legislatif tersebut belum mengajukan permintaan ke BNN untuk mengadakan tes urine. Pelaksanaan tes tidak bisa BNN lakukan, jika instansi yang bersangkutan belum mengajukan.“Kita harus menyikapi, tes urine yang dilakukan pada hari H jika hasilnya negatif memakai narkoba bukan berarti terbebas. Bisa saja sehabis tes urine, ada yang pakai lagi. Kita tidak akan pernah tahu itu, yang pasti upaya penyeledikan terus dilakukan. Nanti kita akan lakukan tes berkala yang sifatnya mendadak,” ujarnya.

Terlepas dari itu, tambah Heru, turunnya angka penyalah guna narkoba di Banten perlu disyukuri. Berdasarkan data, Banten pada tahun 2011 memiliki angka prevalensi 2,08 persen, pada 2013 turun menjadi 2,04 persen dan tahun 2015 sebesar 1,74 persen.,“harapannya, pada tahun 2016 bisa mencapai 1 persen dengan bersinergi antara aparat penegak hukum, tokoh agama dan masyarakat, unsur pemerintahan serta masyarakat luas,” tambahnya. (Riz)

Komentar

News Feed