oleh

Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) Ibtidaiyah Miftahul Ulum (MIMU) di duga di Selewengkan

Barak News.Com Kota Semarang – Tujuan Pemerintah meningkatkan angggaran pendidikan 20% dari APBN dengan harapan dapat melaksankan pendidikan yang murah bahkan gratis,maka di buatlah Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). agar siswa tidak di bebani lagi biaya pendidikan dari pihak sekolah,agar dapat meningkatkan jumlah keikutsertaan siswa peserta didik, tetapi masih banyak anak – anak yang tidak dapat bersekolah, putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Kasus penyelewengan BSM yang di salurkan ke Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum (MIMU) Bangetayu wetan ,Kota Semarang telah berlangsung lama dan luput dari pantauan dan pengawasan instansi terkait, sehingga siswa tidak bias menikmati sesuai penggunaanya

Bantuan-Siswa-Miskin-BSM

Hal ini di keluhkan para wali murid yang mengadu ke wartawan Barak News.Com mengatakan, bahwa penyaluran dana BSM ke murid tidak pernah ada, karena habis untuk membiayai operasional sekolah.“Anak saya hanya menanda tangani kwitansi yang terdapat rincian pembayaran-pembayaran operasional sekolah .bahkan ada siswa yang lunas pembayaran sampai bulan juli 2016.pembayaran tersebut terdiri dari uang infaq,uang rekreasi dan tabungan. sehingga siswa tidak menerima sepersenpun”ucap Walimurid yang namanya di rahasiakan.

Ketika di konfirmasi Barak News.Com Kepada kepala sekolah MIMU,Istiqomah S.PdI mengatakan,”para murid dan orang tua murid sudah pada tahu hal ini, karena sebelumnya sudah ada pertemuan dengan pihak komite juga,tentang penggunaan dana BSM, apakah mau di ambil sendiri apa di ambilkan pihak sekolah,dan para orang tua murid sepakat kalo pengambilan BSM lebih baik diwakili oleh pihak sekolah,”bantah Istiqomah

Seperti di katakan oleh pihak pengurus sekolah,bahwa anggaran BSM ini sudah mulai di terima sejak tahun 2011 dan selama ini tidak pernah ada masalah,dan pihak Departemen Agama Kota Semarangpun katanya sudah mengetahui hal ini.Tapi tidak ada tindakan apapun dari Departemen Agama Kota semarang bisa di katakan menyetujui cara tersebut.Dana yang seharusnya di terima oleh para siswa sebesar Rp.450.000,hanyalah impian belaka,karena tidak bisa dinikmati oleh yang berhak, dengan alasan yang sudah terprogram dan di rinci sebelumnya yakni,berupa potongan pembayaran dari pihak sekolah, seperti, administrasi sekolah,uang LKS,infak bulanan,semesteran,uang seragam,adm.pengambilan raport dan lain sebagainya. Sehingga banyak siswa yang menandatangani kwitansi sejumlah Rp.0,- adapun jika terdapat sisa, maka langsung dimasukkan ke tabungan wajib”ungkapnya.(Budiyanto As)

Komentar

News Feed