oleh

DPP PDI Perjuangan Bicara Hari Kartini 2016 : Relevansi Pemikiran Dan Perjuangan KARTINI Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

Presiden Soekarno memberi penghargaan tinggi bagi perempuan sebagai warga negara dan perannya dalam mendukung perjuangan pergerakan kemerdekaan maupun pasca Indonesia Merdeka. Hal ini antara lain dituangkan dalam buku Sarinah yang terbit 1947, dimana Presiden Soekarno mendorong keikutsertaan perempuan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Presiden Soekarno mengeluarkan Keppres No.108 tahun 1964, Negara memberi gelar Pahlawan pada Kartini yang perjuangannya untuk bangsa Indonesia umumnya dan perempuan khususnya.

PDI Perjuangan menganggap pemikiran dan perjuangan Kartini masih relevan untuk di perjuangkan. Adapun dimasa Kartini perempuan dipingit, tidak bisa sekolah, tidak boleh bekerja, dinikahkan secara paksa dan usia dini. Kartini meninggal saat melahirkan, kondisi Ibu meninggal saat melahirkan masih sering terjadi, sehingga Angka kematian Ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi. Oleh Karena itu salah satu agenda PDI Perjuangan adalah memperjuangan perbaikan kesehatan bagi perempuan dan rakyat pada umumnya.

IMG-20160421-WA0006-1

PDI Perjuangan memberikan kesempatan perempuan seluasnya untuk berkiprah di masyarakat atau di publik melalui partai politik baik dalam structural legislatif maupun eksekutif (3 pilar partai). Hal itu diamanatkan dalam AD/ART pasal 20, dan pasal 101 hasil Kongres IV 2015. Sinergi kerjasama 3 pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat sehingga cita-cita Pembukaan UUD 1945 menjadi keniscayaan.

Dengan kesempatan yang diberikan, perempuan seharusnya percaya diri, ulet, mandiri, bermental kuat, tidak patah semangat, sehingga tidak terpengaruh untuk korupsi. Hal ini antara lain ditunjukkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan sebagaimana diungkapkan Ibu Megawati dalam (Buku Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat. Hal. 125.), bahwa meskipun Ibu Megawati mengalami penghianatan dan rintangan tidak menyurutkan mental beliau untuk terus berjuang dalam politik.

Ibu Megawati tahan mental dalam tekanan politik Orde Baru sedangkan Kartini sejak usia belia sudah berjuang dibawah tekanan budaya saat itu. Kekuataan mental beliau berdua adalah teladan bagi semua kader, khususnya perempuan.

Dalam Memperingati Hari Kartini 2016, DPP PDI Perjuangan mendorong Sinergi 3 pilar Partai untuk:
1. Melakukan langkah strategis dalam mengurangi Angka Kematian Ibu Melahirkan
2. Melaksanakan pencegahan perkawinan usia dini
3. Meningkatan produktifitas kualitas dan kuantitas Kerajinan Rakyat, khususnya yang dibuat kaum perempuan.
4. Melanjutkan peningkatan budidaya tanaman pangan lokal
Demikian pernyataan DPP PDIPerjuangan, kiranya seluruh simpatisan dan masyarakat Indonesia pada umumnya dapat bersama-sama bekerja, dan mewarisi semangat dan perjuangan

Kartini.
Merdeka!
Ditandatangani
Dra. Sri Rahayu
Ketua Bidaang Kesehatan Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan. (Deby MS)

Komentar

News Feed