oleh

Ingatan Laoli.S.Pd Diduga Terima Rangkap Gaji Dari APBD Kabupaten Nias Setiap bulan

BERITA KABUPATEN NIAS (SUMUT) — Ingatan Laoli,S.Pd merangkap sekaligus dua jabatan di Kabupaten Nias sebagai Guru Bantu Daerah (GBD) di SDN. 071066 Onombongi dan Sekretaris Desa (Sekdes) di desa Ehosakhozi Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias. Senin, (15/04/2019)

Beberapa warga Desa Ehosakhozi Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias akan membuat laporan Di Polres Nias, terkait adanya oknum yang merangkap dua jabatan dikabupaten Nias yang diduga menerima honorrarium Sebagai sekretaris desa dan Guru Bantu Daerah

Saat dikonfirmasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nias pada hari senin 15 april 2019 sekira pukul 13.20 melalui Kabid PK Gestina Gulo mengatakan ” benar pak, Ingatan Laoli adalah guru bantu daerah di SDN 071066 Kabupaten Nias,”ungkap Kabid itu.

“Perekrutan guru bantu daerah di kabupaten nias ada dua priode yakni 2016 dan 2017, Kalau tidak salah Ingatan Laoli direkrut di periode pertama dan masih aktif sampai ini hari.

“Barusan kemarin dia mengurus surat perpanjangan kontrak GBD,”terangnya sambil menunjukan daftar GBD di Kabupaten Nias

Hal yang sama juga di katakan oleh Kepala bidang Pemerintahan Kabupaten Nias Yaman Lase, saat disambangi diruang kerjanya menjelaskan,” bahwa benar, ingatan Laoli sedang menjabat sebagai sekretaris Desa sampai sekarang.

“saya kira juga hal ini melanggar aturan di Dinas pendidikan tentang perekrutan GBD, memiliki dua jabatan dan juga menerima dua honorrarium dari APBD di kabupaten nias, seharusnya dipilih salah satu saja,”tandasnya mengakhiri

Polemik ini telah mendatangkan kerugian bagi negara karena mendapatkan gaji dari keuangan pemerintahan daerah kabupaten nias berdasarkan UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU No. 20 tahun 2001 pasal 2 ayat 1 berbunyi ” setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan Keuangan Negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh)  tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000.00 (satu milyar rupiah)”.(af lase) 

Komentar

News Feed