oleh

Jumlah RTS di Kabupaten Ciamis Masih 49.378

BANJARSARI – Upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Ciamis terus dilakukan. Salahsatu usaha Pemda tersebut tertuang dalam roadshow LTPKD (Layanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Daerah) Kabupaten Ciamis yang bertujuan agar program-program pemerintah dapat diketahui oleh masyarakat. Kegiatan sosialisasi program penanggulangan kemiskinan daerah di tahun 2016 ini di gelar di aula kecamatan Banjarsari pada hari Selasa (26/4) kemarin.

Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Ciamis, Oih Burhanudin yang mengataka bahwa program penanggulangan kemiskinan tersebut merupakan program dari pusat dan pemda Kabupaten Ciamis harus ikut membantu meminimalisir angka kemiskinan terutama yang ada di Kabupaten Ciamis. “program penanggulangan kemiskinan ini adalah program pusat dimana kemiskinan bagi kami pemerintah adalah musuh yang harus diminimalisir,” kata Oih saat memberikan sambutan.

Wakil Bupati Ciamis, Oih Burhanudin saat memberikan Kartu BPJS
Wakil Bupati Ciamis, Oih Burhanudin saat memberikan Kartu BPJS

Jumlah RTS (Rumah Tangga Sasaran) yang tercatat di pemda Kabupaten Ciamis masih mencapai 49.378. Hal tersebut membuat pemda harus bergerak cepat dalam mengurangi angka tersebut. Program-program yang ditawarkan oleh pemda melalui badan dan dinas-dinas terkait seperti dari Dinas Kesehatan yang mengadakan program Ciamis Waluya, yaitu program integrasi peserta jamkesda menjadi kartu waluya, operasi katarak masal, pemberian makanan tambahan bagi balita gizi buruk dan khitanan masal.

Selain itu, dari Dinas Pendidikan akan mengeluarkan kartu calakan. Hal tersebut dilakukan dalam melakukan upaya pemerataan kesempatan pendidikan. Dan ada juga kartu walagri untuk penanggulangan kemiskinan dibidang sosial dan ekonomi.

Oih juga menambahkan, peran dari kepala desa dan seluruh elemen masyarakat harus dapat mampu mensosialisasikan program-program tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “nantinya kepala desa dapat mensosialisasikan program tersebut,” katanya saat diwawancarai baraknews.com.

Ketidaktahuan masyarakat akan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dalam upaya mengurangi angka kemiskinan juga disebut oleh Oih sebagai salahsatu faktor yang menyebabkan tingkat kemiskinan di Ciamis masih tinggi. “tinggal dimanfaatkan, karena belum tahu jadi tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Salahsatu contoh persoalan yang ada di masyarakat adalah persyaratan untuk mendapatkan fasilitas tersebut yang belum ada. Seperti KTP dan data kependudukan yang lain. (Bayu Eriga)

Komentar

News Feed