oleh

Kejagung Tidak Sembarangan Ambil Data Soal Mobile8

Barak News.com Jakarta – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung Arminsyah menggelar rapat bersama Panja Penegakan Hukum Komisi III DPR RI di komplek parlemen, Jakarta, Selasa malam (15/3).Mereka membahas berbagai kasus yang tengah ditangani Korps Adhyaksa, yang salah satunya kasus restitusi pajak PT Mobile8 Telecom ke Kantor Pajak Pratama Surabaya pada tahun 2012.Dari pembahasan diketahui ada perbedaan pandangan antara Dirjen Pajak dengan Kejagung. Dirjen Pajak menyatakan tidak ada masalah dalam transaksi restitusi tersebut, sebaliknya Kejagung menyatakan ada indikasi transaksi palsu.

thumb_54842_01454816032016_Kejaksaan-Agung    Arminsyah memastikan bahwa sebelumnya Kejagung sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak terkait temuan yang ada. Kala itu terdapat kesamaaan dalam temuan-temuan”Saya sudah jelaskan tadi bahwa transaksi dengan BMK itu adalah palsu. Sudah diakui itu oleh direkturnya diakui. Oleh pajak yang menyatakan juga tidak sah tidak sah. Jadi kalau kemudian pak Dirjen pajak menyatakan menyatakan itu saya tidak tahu-menahu ya,” jelasnya.

“Cara kita tidak ikuti data-data kita dapat semua dengan izin kita koordinasi juga kok. terakhir dengan Dirjen. Maksudnya mungkin sekarang berbeda, tapi itu urusan Dirjen bukan urusan saya. Soal kerugian kalau statement Dirjen bilang tak ada kerugian negara itu bukan urusan saya,” selorohnya.

Arminsyah mengklaim data-data yang diambilnya merupakan data-data valid. Data itu diperolehnya dari Kementerian Keuangan.”Tidak sembarang kita ambil datanya. Kita ada izin Menteri Keuangan 15 Desember barulah kita mulai barulah 15 Desember itu kita mulai Lebih detail lagi,” pungkasnya.

Atas perbedaan pendapat antara Jampidsus Kejagung dengan Dirjen Pajak, Komisi III mengagendakan rapat kembali pada Rabu (16/3) esok. (Johan)

Komentar

News Feed