oleh

Kejaksaan Negeri NTB Kembali Memanggil Pemilik Alat Berat Terkait Kasus Percetakan Sawah Baru Di Dompu 2012

KABUPATEN DOMPU – Kejaksaan tinggi ( kejati ) NTB terus mendalami indikasi penyimpangan cetak sawah baru dompu pd tahun 2012 kejaksaan tinggi mataram kembali meminta keterangan pemilik alat berat asal dompu NTB Ruslihan.

Ruslihan di mintai keterangan selama 4 jam sejak pukul 10.30 wita. Sampai dengan pukul 14.30 wita. Di ruangan jaksa Yonie E.Malaka. Ruslihan di mintai keterangan terkait sewa menyewa alat berat yang di kelolanya. Ruslihan mengaku di awak media usai di periksa dirinya di klarifikasi seputar alat berat. dia juga menjelaskan secara detail kepada jaksa dan ruslihan juga menunjukan sebagian dokumen yang terkait dengan masalah proyek tersebut Jumat (29/04/2016)

Foto pemilik alat berat RUSLIHAN Itu bos lagi di periksan kejaksaan Tinggi mataram Ntb.
Foto pemilik alat berat RUSLIHAN Itu bos lagi di periksan kejaksaan Tinggi mataram Ntb.

Ruslihan menuturkan kepada media saat itu dirinya menyewakan alat berat berupa eksavator kepada petani dan tidak bersentuhan dengan orang orang dinas pertanian kab.Dompu begitu juga dengan pembayarannya langsung dari kelompok tani. Dan saya tidak ada hubungan dengan pihak dinas pertanian Dompu tuturnya.

alat berat untuk percetakan sawah di kab.dompu 2012
alat berat milik Ruslihan untuk percetakan sawah  di kab.dompu 2012

Sewa alat berat itu di perjam untuk 1 jam Rp.200 (Dua ratus ribu rupiah). Ada 5 alat berat yang di sewa oleh kelompok tani untuk kwitansi saya sendiri yang keluarin ungkap ruslihan sambil menegaskan drinya sama sekali tidak pernah berhubungan dengan orang pertanian.

Di ketahui percetakan sawah baru ini bergulir tahun 2012 dengan anggaran bersumber dari anggaran pendapatan Belanja Negara (APBN). Yang nilainya sebesar Rp.5,5 Milyar dan ada beberapa kelompok tani yang menerima bantuan dan setiap satu kelompok di jatah Rp.10 juta perhektar are untuk cetak sawah baru.tetapi proyek yang bersumber dari APBN tersebut di duga bermasalah dan ada kelompok fiktif yang ada nama kelompok tapi tidak ada lahannya. (Mulia).

Komentar

News Feed